Gara-gara Tidak Mau Dipacari Sunjaya, Bidan Cantik Dimutasi ke Kecamatan

Ratna bidan cantik korban mutasi Sunjaya. Ist/pojokjabar

Ratna bidan cantik korban mutasi Sunjaya. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com CIREBON – Setelah video heboh pengakuan seorang Kepala Sekolah Negeri yang disidak oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon pada minggu lalu, kini bermunculan korban-korban lain yang merasa dimutasi tidak sesuai dengan keahliannya.

Salah satunya, Pegawai Negeri sipil (PNS) yang menjabat Kasi Kesra Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon, Ratna (48), berprofesi sebagai seorang bidan.

Ratna mengaku tidak pernah menyangka jika dirinya akan dimutasi dari Dinas Kesehatan menjadi seorang pegawai administrasi.

“Pemimpin Daerah di Kabupaten Cirebon tidak profesional, masa iya. bidan ditempatkan di kecamatan sebagai pegawai administrasi,” ungkap Bidan Ratna saat ditemui di Kompleks Pemerintahan Kecamatan Karangwareng, Rabu (13/3/2019).

Lebih lanjut, bidan Ratna mengaku selalu telat hadir ke kantor karena jarak tempuh yang jauh.

Selain itu ia mengaku harus melayani pasien ibu hamil dan bayi yang datang ke tempat praktek milik dirinya.

“Jangan salahkan saya karena selalu telat ke kantor, saya harus melayani pasien dulu,” ujarnya.

Bidan Ratna menjelaskan setiap bulan dirinya menghabiskan biaya untuk transportasi dari kediamannya di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan via Tol Kanci menghabiskan gaji selama satu bulannya.

“Jika hitung hitungan gaji, setiap bulan habis untuk beli bensin mobil saja, setiap minggunya habis 1 juta jika dikalikan 4 minggu, maka gaji saya yang Rp 4 jutaan hanya buat transportasi saja,” bebernya.

Bidan Ratna menambahkan, desas desus miring tentang dirinya yang tidak mau dipacari oleh Sunjaya Purwadisastra itu tidak benar.

Sedangkan pada saat meminta komentar dari Camat Karangwareng, Yusuf, mengaku jika urusan mutasi bukan kewenangannya.

Sehingga pihaknya tidak mau memberikan komentar tentang bidan yang ditugaskan menjadi bawahannya.

“Saya ini hanya melaksanakan tugas, apalagi saya baru 4 bulan ditempatkan di Karangwareng, untuk kasus bidan Ratna, saya no comment,” ujarnya.

(ind/pojokjabar)

loading...

Feeds