‘Makan’ Uang Aspal, 5 Tersangka Korupsi Jalan Rinjani Raya-Bromo dan Mahoni Ditahan

Kelima tersangka kasus korupsi Jalan Rinjani Raya-Bromo dan Mahoni Kota Cirebon dilimpahkan polres ke kejaksaan. (Kirno)

Kelima tersangka kasus korupsi Jalan Rinjani Raya-Bromo dan Mahoni Kota Cirebon dilimpahkan polres ke kejaksaan. (Kirno)

POJOKJABAR.com, CIREBON— Lima tersangka korupsi proyek peningkatan Jalan Rinjani Raya-Bromo dan Mahoni dilimpahkan Polres Cirebon Kota ke kejaksaan karena berkasnya P21. Kelimanya ditahan.

Kelima tersangka tersebut, 2 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) Kota Cirebon, yakni YW dan S, dan 3 dari swasta yaitu HMS, DD dan K, dari CV Rajawali, pemenang proyek.

Saat memberikan keterangan ketika pelimpahan tahanan dan barangbukti (tahti), Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, mengungkapkan, mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi karena telah mengurangi ketebalan spesifikasi jalan yang menyebabkan kerugian negara.

“Kerugian yaitu dua ratus lima juta rupiah. Hal tersebut berdasarkan perhitungan dari perwakilan BPKP Jawa Barat,” kata Kapolres, Selasa (5/3/2019).

Selanjutnya, saat penyelidikan bersama tim ahli, pengurangan spesifikasi ketebalan jalan tersebut 1,26 cm yang seharusnya 3 cm berdasarkan dokumen kontrak nomor 04/PPK-SP/PJRR-BJMR/IX/2016.

“Namun yang terpasang di lapangan hanya rata-rata sejumlah 1,74 cm sehingga masih terdapat kekurangan volume pekerjaan penghamparan lataston sejumlah 14,14 meter kubik,” jelasnya.

Mantan penyidik KPK tersebut juga menjelaskan, proyek yang telah dikorupsi kelima tersangka tersebut, merupakan uang dari Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Daerah (DAK-ID) Kota Cirebon tahun 2016, senilai Rp 599.999.000.

Kini, berdasarkan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, mereka terjerat Pasal 2 dan 3 nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000.

(kir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds