TB Hasanuddin Klaim Jokowi Bisa Menang 80 Persen di Cirebon, Kok Bisa?

TB Hasanuddin ketika berada di Cirebon (ist)

TB Hasanuddin ketika berada di Cirebon (ist)

POJOKJABAR.com,CIREBON— DPD PDI Perjuangan Jawa Barat  optimistis di Pemilihan Umum 2019 nanti, khususnya wilayah Kota/Kabupaten Cirebon, bisa meraih suara 80 persen suara. Jokowi akan menang.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, TB Hasanuddin usai kegiatan “Rapat Konsolidasi Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon dan DPC Kota Cirebon” di salah satu hotel di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (20/2/2019).

“Cirebon adalah basis PDI Perjuangan, karena itu lah saya optimistis bisa meraih kemenangan maksimal di atas 80 persen untuk Pak Jokowi,” kata TB Hasanuddin kepada Pojokjabar.com.

Meski demikian, ia pun tetap mendorong para kader partai PDI Perjuangan  di Kota/Kabupaten Cirebon terus solid dan turun ke masyarakat.

“Dengan semangat gotong royong dan ‘door to door’ Insya Allah target itu bisa tercapai,” ujar  TB Hasanuddin.

Sementara itu, di tempat yang sama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, H Mustofa menyampaikan, rapat internal koordinasi partainya yang dilakukan itu, yakni kaitan dengan persiapan pelaksanaan Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang.

Pengumpulan para kader dan caleg di partainya ini, lanjut Mustofa, dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, TB Hasanudin untuk mengingatkan seluruh kader dan caleg agar jangan lengah dan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat.

“Artinya, sampai dengan hari H, harus terus melakukan sosialisasi dan konsolidasi ke masyarakat, untuk menyampaikan keberhasilan pemerintahan Pak Jokowi,” kata H. Mustofa

Dalam kesempatan itu juga, lanjutnya, pembagian tugas antar sesama caleg di tiap daerah pemilihan  dilakukan.

Artinya, wilayah-wilayah yang belum tersentuh, para caleg harus terjun untuk melakukan konsolidasi kepada masyarakat.

Pihak DPD PDI Perjuangan Jabar juga meminta agar selalu mengantisipasi upaya pihak lawan yang menjatuhkan Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Upayanya yakni dengan mengcounter isu atau informasi hoax baik berupa tulisan maupun memeh yang tersebar di medsos,” ujarnya.

 

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds