Tekuni Freestyle Motor dengan Biaya Sendiri, BSS XTREME Lahir dari Keegoisan

Rijana BSS EXTREME./Foto: Istimewa

Rijana BSS EXTREME./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, CIREBON– Menekuni olahraga freestyle motor ternyata memiliki arti tersendiri bagi salah satu anak motor di wilayah Cirebon ini.

Hal ini sebagaimana dibeberkan oleh salah satu pegiat olahraga freestyle motor bernama Rijana kepada Pojokjabar.com. Rijana mengaku memiliki tim freestyle BSS XTREME.

“Kalo di club motornya, aku ikut LEGASUS (legenda grand supra association),” ujarnya.

Terkait BSS (bayar sendiri-sendiri) XTREME, lanjut Rijana, adalah kumpulan pemuda-pemudi yang menekuni olahraga freestyle motor.

“Dari namanya cukup lucu ya, ya, kami memakai nama ini agar tidak ada kecemburuan sosial. Apapun keperluan dan kebutuhan, ya, bayar sendiri,” akunya.

Menurutnya, hal ini terdengar seperti tidak kompak dan terkesan egois. Tapi, katanya, inilah tim yang ia miliki. “Kami terbentuk karena kami korban keegoisan tim sebelumnya,” akunya.

Namun, kata lelaki yang memiliki nama akun medsos Jarwo Jeh, dibalik nama tim yang ia miliki, timnya sangat kompak dalam hal solidaritas.

“Berlatih dan melatih freestyle motor bersama. Memiliki beberapa anggota dari berbagai daerah. Cirebon, Indramayu, bahkan Papua,” bebernya.

BSS EXTREME sendiri, katanya, terbentuk pada awal tahun 2018, tepatnya tanggal 7 Januari.

“Tim kami memiliki 9 anggota dan terdapat 1 wanita,” aku pria yang tengah berlibur di Yogyakarta ini.

Ia pun mengaku memiliki binaan anak motor. Soal ikut klub atau tidak, semua tergantung pilihan masing-masing.

“Tergantung orangnya sih, mas, mau ikut klub atau solo,” ujarnya.

Aktivitas klub yang ia miliki, selain latihan, juga biasa ikut kompetisi, dan ikut kegiatan sebagai talent hiburan

“Pernah jadi pengisi acara bareng Polres Sumber,” akunya menanggapi video dengan kapsyen, “Horang kayaaa si tukang ngabisin ban,”

Ia pun membeberkan. banyak cerita unik selama menekuni dunia freestyle baik senang maupun sedih.

“Senangnya, ya, saat kita bisa menguasai trik freestyle yang kita anggap sulit, walau harus jatuh bangun berkali-kali. Apresiasi penonton yang memberikan tepuk tangan adalah kebahagiaan yang hakiki bagi kami. Mengikuti kompetisi-kompetisi lokal maupun nasional menambah sodara sehobi. Apalagi mendapat juara,” ungkapnya panjang lebar.

Kebanggaan yang luar biasa, katanya, seakan bisa membungkam dan membuktikan kepada mereka yang memandang apa itu freestyle motor, tidak ada untungnya, hanya bisa merusak motor orangtua saja.

View this post on Instagram

#Repost Lagi viraaaal nih Crash pada saat Show freestyle motor, korbannya palyer dan penonton… Asuransi tidak ada, bayaran murah, kalo udah crash yang ada tekor… Inilah kenapa jgn memandang harga show untuk freestyle motor murah… Cari popularitas boleh, tp disesuaikan dgn tarif dan resiko… Semoga korban tidak mengalami luka yg serius… Selengkapnya: 👉Pojokjabar.com ============================== ⤴Follow💟Like 💬Comment 👥Tag 🔄Repost =========================== >> @pojok.cirebon >> @pojok.cirebon >> @pojok.cirebon =========================== 📽: Jarwo Jeh #cirebon #pojokjabar #pojoksatu #pojokcirebon #crash #motorcyclecrash #stuntcrash #kecelakaan #stuntride #freestylemotor

A post shared by Pojok Cirebon (@pojok.cirebon) on

 

“Pesan saya sih jangan ambil resiko besar kalo trik blm menguasai. Gapapa ya kalo itu cewek pacarnya, kalo penonton yang diajak? Mau tanggung jawab? Penyelenggara acara apa mau tanggung jawab juga?,” ujarnya menanggapi salah satu video kecelakaan saat tampil freestyle motor.

Ia pun melanjutkan dengan kisah sedihnya.

“Jelas banyak, susahnya cari tempat latihan, diciduk polisi, bonceng penonton cewek dimarahin istri atau pacar,” katanya.

Ia pun mengaku pernah promosi sana-sini dan mencari pekerjaan.

“Sampe pernah dapat job di Bandung untuk perform suatu event. Itu kita berangkat malem-malem dengan motor yang gak safety, tanpa lampu spion, platno, bla bla bla demi profesionalitas,” tandasnya.

(mar/pojokjabar)

 

loading...

Feeds