Lampu Merah di Jalan Nasional dan Provinsi Mati, Dishub Curhat Lagi

Kondsi lampu merah di pintu Tol Palikanci./Foto: Yon

Kondsi lampu merah di pintu Tol Palikanci./Foto: Yon

POJOKJABAR.com CIREBON– Satu pekan terakhir media sosial digegerkan oleh tulisan nyeleneh pada running teks Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di lampu merah Plered Cirebon. Banyak pihak menuding tulisan pada running teks diretas oleh tangan jahil.

Menyikapi fenomena yang menghebohkan sosial media (sosmed), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon tidak tinggal diam. Kini alat pemberi isyarat tersebut telah dinonaktifkan.

Selain itu, pihak Dinas Perhubangan (Dishub) Kabupaten Cirebon pun membeberkan permasalahan yang dihadapi di lapangan terkait kewenangan untuk menangani penerangan jalan umum maupun lampu merah yang berada di ruas jalan raya Nasional maupun di ruas jalan Provinsi.

“Kami kerap mendapatkan keluhan dari pengguna jalan, selain itu banyak laporan dari masyarakat terkait lampu penerangan jalan umum yang padam dan lampu merah yang rusak di beberapa ruas jalan,” jelas Adang, Kepala Bidang Lalu Lantas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon pada Pojokjabar.com, Selasa (19/2/2019).

Contohnya, lanjut Adang, lampu merah yang berada di perempatan Cideng itu berada di ruas jalan Nasional, sehingga yang berwenang adalah pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Lebih lanjut, Adang pun menjelaskan terkait keamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan yang telah didata, terdapat 600 ruas jalan di Kabupaten Cirebon.

“Perlu ada penanganan untuk penerangan lampu atau PJU,” ujarnya.

Selain itu, terangnya, lampu merah tentu menjadi tanggungjawab pihaknya agar ada kenyamanan dan keselamatan penguna jalan.

“Untuk di ruas jalan Kabupaten Cirebon, kami sudah memberikan perlengkapan jalannya sesuai dengan anggaran yang diterima. Padahal, sesuia dengan Undang undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya pada Pasal 26 Tentang Kewengan Perlengkapan Jalan sudah dibagi kewenagan antara Jalan Nasional, Provinsi dan Kota atau Kabupaten” jelasnya

Adang menambahkan, pihaknya juga telah melaporkan lampu merah di Pintu Tol Palikanci yang berada di ruas jalan Nasiona. Ada juga, lanjutnya, lampu merah di Ciledug yang berada di Jalan Provinsi, pihak Dishub sudah mencoba memperbaiki pada seminggu yang lalu.

“Kita ambil contoh, di Cirebon itu ‘kan ada Balai Provinsi yang berada di Kedawung, tapi jika ada APILL atau lampu merah yang rusak dibiarkan saja, malah minta bantuan teknisi dari Dishub Kabupaten. Apalagi lampu merah di Pintu Tol Kanci ada di jalan Nasional, pihak pusat membiarkan saja,” bebernya

Adang berharap masyarakat bisa memahami sesuai dengan kewenangan masing masing tingkatan.

“Karena untuk pemeliharaan alat pemberi isyarat lalu lintas di ruas jalan Nasional dan Provinsi, maka anggaran pemeliharaannya dipegang oleh Pusat dan Provinsi,” tutupnya.

(yon/pojokjabar)

loading...

Feeds