Rocky Gerung Sindir Jokowi di Debat Capres dari Cirebon, Begini Komentar Rocky Gerung

Rocky Gerung mengisi seminar Menuntun Nalar Generasi Milenial Indonesia di ICC Jalan Tuparev Cirebon . (Alwi)

Rocky Gerung mengisi seminar Menuntun Nalar Generasi Milenial Indonesia di ICC Jalan Tuparev Cirebon . (Alwi)

POJOKJABAR.com, CIREBON— Pengamat politik Rocky Gerung isi seminar di Islamic Center Cirebon (ICC) Jalan Tuparev, Senin (18/2). Rocky mengomentari cara debat Jokowi putaran kedua.

Rocky yang diberi kesempatan memaparkan tema Menuntun Nalar Generasi Milenial Indonesia tersebut, menyinggung cara debat Capres 01 Jokowi. Diungkapkannya, cara debat 01 tersebut kurang sempurna karena tidak berdasar akal.

“Semalam itu, orang kalau debatnya kurang sempurna, pengetahuan angka misalnya, dia pasti dikisi-kisi oleh teknologi, bukan akal. Terus kalau misalnya kipas anginnya tiba-tiba kenceng, terus contekannya terbang, dia kehilangan visi,” kata Rocky, dan disambut langsung tepuk tangan hadirin.

Rocky juga menyinggung, debat Capres semalam tersebut, ada salah satu Paslon yang seperti robot. Rocky juga tidak mempersoalkan, jika debat tersebut viral di media sosial, warganet langsung menanyakan sebuah benda yang dipegang Capres 01.

“Apa betul tadi malam itu debat antar dua manusia dan satu robot? Itu akhirnya jadi problem di sosial media akhirnya orang bertanya apa yang dipegang seseorang itu microphone atau bukan,” ujarnya.

Selain itu, pria dikenal dengan alumni filsafat UI tersebut, persoalan debat Capres 01 terpaku sebuah teks tidak belajar pada sejarah. Menurutnya, belajar sejarah bisa memprediksi masa depan apalagi mengurusi persoalan negara jangka panjang.

“Nah kita, berupaya untuk keluar sebetulnya dari kecemasan itu. Bahwa orang yang punya visi yang mampu memberi harapan. Jadi pemimpin itu harus punya kekuatan visioner,” jelas Rocky.

Ia juga menutup, bahwa Capres memaparkan visi-misi, sejarah sebagai landasan karena memiliki sebuah harapan. Rocky juga menilai, belajar sejarah akan tahu persoalan bangsa, yang nanti akan dihadapi. Dan itulah berpikir visioner menurut Rocky.

“Jadi, diterangkan bahwa kemauan kita belajar sejarah, itu membuat kita punya harapan. Kita tau urusan yang di belakang yang ke depan kita perbaiki. Itu yang namanya berpikir visioner. Jauh pandangannya ke depan,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds