Besok Puncak Perayaan Cap Go Meh, Kapolresta Cirebon Nyatakan Aman

Salah satu Joli berumur tua yang di Vihara Winaon, Kota Cirebon. (Alwi)

Salah satu Joli berumur tua yang di Vihara Winaon, Kota Cirebon. (Alwi)

POJOKJABAR.com, CIREBON– Perayaan Cap Go Meh yang berlangsung pada Selasa (19/2) di Vihara Welas Asih dijamin aman. Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy.

“Saya jamin aman lah,” ujar Kapolresta, Senin (18/2/2019), di Makopolres Jalan Veteran 05 Kota Cirebon, saat dimintai keterangan mengenai kesiapan pengamanan perayaan Cap Go Meh.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan satuan tim pengamanan, yang sudah dibentuk dan diposkan pada titik tertentu guna mengamankan juga mengurai kemacetan saat perayaan.

“Saya nggak tau berapa yah, tadi pasukan udah disiapkan. Intinya aman,” jelas lulusan Akpol 2000 ini.

Pihaknya juga menjelaskan, untuk mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencurian saat berlangsungnya perayaan Cap Go Meh, diharapkan kepada pengunjung  tidak membawa perhiasan atau barang-barang berharga berlebihan.

Sementara itu, kesiapan Cap Go Meh, di Vihara Welas Asih, akan disiapkan berbagai macam pertunjukan seperti Liong Naga, Barong Sai dan pameran Joli berisi dewa-dewa kepercayaan masyarakat Tionghoa.

Joli adalah semacam tandu, di dalamnya berisi patung dewa pemujaan, yang dalam acara Cap Go Meh akan diarak bersama seni khas Tionghoa yakni Barongsai dan Liong Naga.

Ketiganya, nanti akan diarak pada Cap Go Meh yang akan berlangsung besok.

“Cap Go Meh itu, adalah perayaaan yang biasanya digelar sesudah Imlek ataupun acara untuk menutup Imlek,” ujar Kho Kim Fuk, salah satu warga Tionghoa Kota Cirebon saat menjelaskan Cap Go Meh.

Kim Fuk juga menjelaskan, saat Cap Go Meh digelar, nanti setiap Vihara di wilayah Cirebon masing-masing akan membawa Joli, dan berdasarkan ukuran bervariatif baik besar maupun kecil.

Sebelum diarak, lanjut Kim Fuk, Joli akan didoakan lebih dulu di Vihara Welas Asih, serta diperlakukan secara khusus karena menurut Kim Fuk rata-rata Joli masing-masing Vihara berumur tua.

“Karena Joli yang kita pakai sudah ratusan tahun, sejak awal Vihara berdiri pada 1894, bobot Joli kebanyakan juga berat karena semuanya terbuat dari kayu jati asli,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds