Belasan Warga Tawangsari Pemilik Lahan Garapan Minta Bantuan LSM di Cirebon, Ada Apa??

Belasan warga Tawangsari bertemu Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya (yon)

Belasan warga Tawangsari bertemu Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya (yon)

POJOKJABAR.com CIREBON— Kawasan pesisir Pantura di Kabupaten Cirebon kini jadi kawasan strategis, bergesernya kawasan industri dari kota besar di Jabodetabak menjadi angin segar bagi wilayah ini.

Polemik pengembangan kawasan Industri di beberapa Desa yang berada di pesisir Kecamatan Losari di wilayah timur Cirebon berujung pada munculnya pengaduan belasan warga Desa Tawangsari yang merasa memiliki lahan garapan di tepi pesisir sudah turun temurun.

Saat ditemui awak media Pojokjabar.com wilayah timur Cirebon, sepakat menunjuk perwakilan untuk juru bicara mewakili belasan warga Tawangsari, Kasidun 50 tahun menjelaskan nasib lahannya yang diserobot oleh oknum Kepala Desa Kalisari.

Dimana oknum Kuwu Kalisari ini secara sepihak memotong lahan milik garapan warga Tawangsari.

“Kami ini masyarakat Tawangsari penggarap lahan tanah adat yang sudah 15 tahun, lahan kami juga tercatat dalam letter C, ada AJB nya dan membayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan bukti SPPT.

Lanjutnya, Kasidun mengatakan masyarakat itu membayar pajak tiap tahun, adapun tanah abrasi di pinggir pesisir yang akan di bebaskan oleh PT. King Property dengan harga 35 ribu permeternya.

Ditambahkan Kasidun tanah itu bukan tanah Negara atau (TN), karena tanah itu tanah adat yang kena abrasi, disana ada 15 Hektar milik garapan  warga Tawangsari.

“Kami jangan dirugikan, jangan ambil ambil saja, karena tanah kami dirusak semena mena, kami ingin tanah adat yang kami garapan merupakan sudah milik masing masing.” Jelasnya

Masih menurut Kasidun, mereka minta agar Ketua GMBI mengumpulkan warga yang telah menerima DP dari pihak PT.King Property karena DP yang diberikan dari PT King Property di potong oleh Kuwu Kalisari.

“Kami minta Ketua GMBI Cirebon Raya agar mengumpulkan warga yang sudah penerima Uang muka DP dari PT.King Property, karena DP 100 juta dipotong Kuwu 90 juta,” imbuhnya.

Sedangkan menurut Maman Kurtubi Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, melalui Heri Suhardi meminta pihak Kuwu Kalisari yang telah menyerobot lahan garapan milik warga Desa Tawangsari untuk menghormati hak warga penggarap lahan di pesisir pantai di Desa Kalisari.

“Karena masyarakat Tawangsari memberikan kuasa pendampingan ke pada GMBI Distrik Cirebon Raya maka pihak kami akan mengambil langkah untuk melaporkan Kuwu Kalisari yang telah menyerobot lahan di pesisir milik dari warga Tawangsari,” ujar Heri Suhardi Sekretaris LSM GMBI Distrik Cirebon Raya pada Pojokjabar.com Senin (18/2/2019) saat ditemui di Desa Tawangsari Losari Cirebon.

 

(yon/pojokjabar)

loading...

Feeds