Dinding Rumah Penerima BPNT dan PKH Ditulis ‘Keluarga Miskin’, Pemdes Beberkan Dampaknya

Keluarga Penerima Manfaat BPNT antre di E-Warung./Foto: Yon

Keluarga Penerima Manfaat BPNT antre di E-Warung./Foto: Yon

POJOKJABAR.com CIREBON– Awak media Pojokjabar.com wilayah Timur Cirebon mendapatkan kesempatan ikut memantau pembagian BPNT di salah satu kawasan Pesisir Cirebon, tepatnya di Kecamatan Mundu.

Dengan sabar pengurus yang bertugas menyalurkan bantuan sosial menunggu kedatangan para keluarga penerima manfaat atau (KPM) dari Bantuan pangan non tunai (BPNT). E-Warung ditunjuk untuk menyalurkan bahan bahan kebutuhan pokok.

Cuaca di akhir pekan nampak matahari bersinar terik. Namun, panasnya terik matahari tidak menyurutkan langkah perempuan paruh baya warga Dusun 2 Blok Kandawaru, Desa Waruduwur yang mendapatkan waktu di kloter ke-2 dalam pembagian Bansos program BPNT.

Perempuan paruh baya ini bernama Sarina (50). Kepada Pojokjabar.com, Sarina mengaku sebagai keluarga buruh tani yang kesehariannya bekerja di pesawahan di Desa tetangga (Desa Kanci) Astanajapura.

Sarinah tidak sendiri. Ada banyak tetangganya ikut mengantre untuk mengambil bantuan sosial dalam program BPNT.

Sarina terlihat mengeluarkan kartu ATM BNI untuk diserahkannya kepada pengurus penyalur bantuan sosial.

Sembari menunggu petugas memproses kartu ATM miliknya di mesin EDC, sang petugas pun memasukan nomor PIN.

Mesin EDC pun mengeluarkan struk penarikan Bantuan Pangan Non Tunai.

Saat diminta keterangan, Sarina mengaku beras dan telor ayam yang diterimanya bisa dipergunakan dalam jangka waktu seminggu.

“Kami keluarga buruh tani, Alhamdulilah sekarung beras dan setengah kilogram telur ayam ini cukup untuk menyambung hidup selama satu minggu ke depan,” kata Sarina kepada Pojokjabar.com saat ditemui seusai menerima BPNT di E-Warung Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu.

Masih di tempat yang sama, Sukasa (39), Kasipem desa setempat menuturkan, terdapat 360 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan program BPNT dan tersebar di 2 dusun, dan pada tahun ini mendapatkan tambahan puluhan KPM baru.

“Saat ini di desa kami terdapat 360 keluarga penerima manfaat, dalam penyalurannya di bagi dalam kloter. Untuk dusun 1 dimulai jam 9 pagi, dan untuk kloter ke-2 dimulai tengah hari, khusus bagi warga dusun 2 Kandawaru,” tuturnya, Minggu (17/2/2019).

Lanjutnya, Sukasa menyatakan dirinya berharap masyarakat atau keluarga penerima Bansos yang sudah mampu secara ekonomi tapi masih tercatat dalam program Bansos khusus untuk keluarga miskin, bersedia untuk mengundurkan diri dari program Bansos, baik itu BPNT maupun PKH.

“Program ini baik bagi keluarga miskin, tapi untuk keluarga yang sudah mampu seharusnya malu dan secara suka rela keluar dari program BPNT juga PKH,” harapnya.

Sukasa menceritakan jika ada 3 Keluarga Penerima Manfaat yang mengundurkan diri dari program BPNT dan PKH akibat malu dinding depan rumahnya diberi label dengan cat semprot dengan Keluarga Miskin.

“Beberapa hari lalu masih di Kecamatan Mundu, terdapat 3 Kepala Keluarga yang mundur dari program BPNT dan PKH akibat malu rumahnya dikasih label keluarga miskin,” katanya.

Ditambahkan, Mahmud (22) yang bertugas menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) BPNT mengaku sudah mulai dari bulan April tahun 2018 lalu menyalurkan bantuan pangan non tanai pada sekitar 250-an Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Pada awalnya dimulai april tahun lalu, sekarang ada peningkatan jumlah penerima BPNT  dengan total 360 KPM, khusus pada penyaluran tahun ini kami di temani dari pihak kepolisian” ujarnya

Lebih lanjut Mahmud mengatakan pihak kepolisian yang ikut mengamankan merupakan Bhabinkamtibmas di desanya.

“Baru saja pulang, Pak Marsono Bhabinkamtibmas kami dari pagi ikut mengawal pembagian penyaluran bansos BPNT,” tutupnya.

 (yon/pojokjabar)

loading...

Feeds