Dedi Mulyadi Targetkan Suara Jokowi-Ma’ruf 60 Persen di Cirebon, tapi Akui Jokowi Lemah di Dua Daerah Ini

Ketua TKD Dedi Mulyadi, sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat memberi sambutan acara Forum Ulama dan Kiai (Formula) di kantor PCNU Kabupaten Cirebon. (Alwi)

Ketua TKD Dedi Mulyadi, sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat memberi sambutan acara Forum Ulama dan Kiai (Formula) di kantor PCNU Kabupaten Cirebon. (Alwi)

POJOKJABAR.com, CIREBON— Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan suara Jokowi-MA 60 persen di wilayah III Cirebon.

Hal tersebut diungkapkannya usai menghadiri Formula (Forum Ulama dan Kiai) di kantor PCNU Kabupaten Cirebon Jalan Dewi Sartika, Minggu (17/2/2019).

Ketua DPD Golkar Jawa Barat tersebut, menyebut suara 60 persen untuk Jokowi-Ma’ruf di wilayah III Cirebon guna mencover daerah-daerah yang lemah dukungan, seperti DKI Jakarta dan bagian selatan Jawa Barat, yakni Garut dan Tasikmalaya.

“Tapi hari ini khususnya di wilayah Jawa Barat kita memang tipis kisaran 2 sampe 4 persen. Dengan adanya dekalarasi ini kita akan bekerja terus, karena yang namanya politik kan dari waktu ke waktu pasti ada perubahan, kalau kitanya rajin,” kata Dedi.

Pihaknya juga menjelaskan, kemenangan tipis 2 sampai 4 persen di Jawa Barat tersebut, ia tidak ingin berbesar hati sehingga startegi politik di Jawa Barat tidak dijalankan.

Maka, menurutnya kesempatan ini menjadi celah kubu lawan untuk masuk menginfiltrasi masyarakat.

“Nah ini diperlukan, sehingga jangan merasa bahwa di sini sudah menang, lalai membiarkan misalnya infiltrasi yang dilakukan oleh mitra kompetisi kita,” katanya.

“Yang penting hari ini, temen-temen jangan banyak berkumpul tapi harus banyak membuat jaringan bertemu dengan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain” jelas Dedi.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau, kepada tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf, agar tidak melakukan blunder politik, dikarenakan bisa menjadi alat serangan kubu lawan, untuk menjatuhkan popularitas Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, tim harus hati-hati.

“Kemudian saya mengimbau kepada semua pihak yang sama-sama mendukung pasangan nomor 01 untuk tidak membuat blunder politik,” katanya.

“Tidak mengucapkan ucapan-ucapan yang menimbulkan polemik yang akhirnya dimanfaatkan untuk mendegradasi. Jadi hati-hati mengucapkan,” pungkas Dedi.

Sementara itu, saat memberikan komentar, Wakil Bupati Cirebon usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Imron Rosyadi, pihaknya mengungkapkan akan memenangkan pasangan 01 ini, dengan memanfaatkan majelis taklim untuk sosialisasi.

“Deklarasi ini salah satunya ada tim. Nanti kepada majelis-majelis taklim mengadakan suatu pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ulama di Kabupaten Cirebon sudah sepakat untuk mendukung nomor 01. Bahkan, sudah disosialisasikan ke majelis taklim kepada para masyarakat,” ungkap Imron.

Dukungan kepada pasangan nomor 01 ini juga, sebelumnya dideklarasi oleh Santri Milenial Cirebon, bahwa mereka akan mengawasi media sosial dari berita-berita hoax.

“Maka santri milenial dalam hal ini mendukung, adalah untuk membatasi berita-berita hoax yang seringkali diutarakan di media-media, baik menyinggung lokal maupun nasional, sehingga gerakan-gerakan hoax itu sendiri  bisa kita batasi dengan deklarasi ini,” jelas Rohmatusshoim, Ketua Santri Milenial Cirebon.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds