4 Fakta Anjloknya Harga Bawang Merah di Cirebon, Warga Bandingkan Rezim Sekarang dengan Pak Harto

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sejumlah fakta terkuak terkait anjloknya harga bawang merah di wilayah Cirebon terangkum di dalam empat (4) berita. Anjloknya harga bawang juga cukup mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Berikut beberapa fakta yang didapati redaksi Pojokjabar.com:

 

1. Sandiaga Uno Tak Bohong, Tokoh WTC Ini Buktikan Harga Bawang Anjlok di Timur Cirebon

Tudingan ke Sandiaga Uno bersandiwara terkait harga bawang anjlok, dibantah oleh tokoh Wilayah Timur Cirebon (WTC) ini.Β  Harga bawang benar anjlok, salah satunya di Cirebon.

Anjloknya harga bawang merah terus saja berlanjut, mulai dari anggota DPRD, Camat ikut merasa prihatin dengan kondisi petani bawang merah yang mengalami kerugian akibat harga bawang yang terjun bebas dikisaran harga Rp5 ribu per kilogramnya.

Over produksi komoditas bawang merah di Kabupaten Cirebon diungkap oleh pihak perwakilan dari Direktur Jenderal Bidang Hortikultura Kementerian Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Babakan beberapa waktu lalu.

Baca: Sandiaga Uno Tak Bohong, Tokoh WTC Ini Buktikan Harga Bawang Anjlok di Timur Cirebon

 

Selain itu, polemik anjloknya komoditas bawang merah dikaitkan dengan kebijakan impor yang selama ini dianggap sebagai kebijakan yang kerap merugikan kaum petani.

 

2. Ada Apa, 2 Kementerian Temui Petani Bawang Merah di Cirebon?

Cuaca mendung disertai hujan gerimis tidak menyurutkan langkah dari rombongan Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian dan Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian turun di area pertanian bawang merah di Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dipimpin Kepala Bidang Holtikultur dari Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Wahyu menjelaskan kedatangannya dari Jakarta untuk memantau langsung dan menemui para petani khususnya bawang merah.

β€œTujuan kami dari Kementerian Kordinator Perekonomian untuk menjaga stabilias harga, antara produsen dan konsumen,” jelasnya pada Pojokjabar.com saat ditemui di area pertanian bawang merah di Cirebon, Rabu (13/2/2019).

Baca: Ada Apa, 2 Kementerian Temui Petani Bawang Merah di Cirebon?

Lebih lanjut, Wahyu menekankan isu tengkulak yang memainkan harga bawang merah yang membuat anjlok tidak sampai ke Kementerian Kordinator Perekonomian.

 

3. Harga Bawang Merah di Cirebon Anjlok, Dirjen Pertanian Beberkan Alasannya

Harga bawang merah di Cirebon mengalami penurunan yang drastis.

Bawang merah kualitas jelek dihargai Rp 3 ribu rupiah.

Sedangkan bawang dengan kualitas sedang dihargai Rp 5 ribu rupiah.

Baca: Harga Bawang Merah di Cirebon Anjlok, Dirjen Pertanian Beberkan Alasannya

Kemudian, untuk kualitas bagus di kisaran Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu rupiah per kilogramnya.

 

4. Harga Bawang di Timur Cirebon Terjun Bebas, Kok Bisa Tengkulak Disalahkan?

Musim panen bawang di wilayah timur Cirebon sangat melimpah.

Akibatnya, harga pun terjun bebas per kilogram hanya Rp 6 ribu rupiah.

Hal inilah yang membuat geram anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Losari, Kecamatan Gebang, Kecamatan Babakan, Kecamatan Pabedilan dan Kecamatan Pangenan.

Baca: Harga Bawang di Timur Cirebon Terjun Bebas, Kok Bisa Tengkulak Disalahkan?

Saat ditemui di Komplek Pemerintahan Kecamatan Babakan, Aan Setiawan mengaku prihatin dengan nasib para petani bawang merah yang merugi akibat jatuhnya harga bawang pada saat musim panen saat ini.

 

Selain itu, isu anjloknya harga bawang di Wilayah Cirebon juga mendapatkan perhatian sejumlah warganet. Berikut beberapa komentar warganet pilihan redaksi:

@ivan_424 menulis, “panen raya sampai ke daerah Maja dan Cikijing min. Lg buanyak. Panen panen min.. Emak Emak agar supaya beli banyak mumpung lagi turun hargae 😁😁😁. Banyak Impor kali ya,”

@hidayatagus26081982. “kan rezim skrng serba impor…. Imbasnya ya ke petani….. Masih mau make rezim skrng …. harusnya program swasembada pangan harus di canangkan kembali…

Seperti pak harto di zaman orde baru…. Pemerintah pusat maupun daerah harus mendukung petani dan menjadi pengepul dr hasil panen petani lalu hasil kepulannya itu di ekspor ke luar…. luar biasa rezim ini garam saja kok impor…

Padahal kita ini negara maritim yg notabane nya 70% itu laut… Miris bgt ya min..kasihan saya ama rakyat indonesia ini….semoga allah swt memberikan bangsa ini pemimpin yg amanah dgn janji2 nya..aamiin yra

di jaman orde baru indonesia menjadi macan asia… Ekspor beras terjadi besar2an…. Bahkan singapura,vietnam,malaysia,brunai mengimpor beras dr indonesia… Program transmigrasi hingga skrng benefitnya sangat besar bagi mereka yg mengikuti program transmigrasi…. Sehingga rakyat di pacu untuk memberdayakan SDA semaksimal mungkin.. coba cek petani sawit,karet dan palawija di sebagian besar pulau sumatra dan kalimantan, mereka sangat merasakan benefit dr program transmigrasi yg di canangkan oleh zaman orde baru….allahualambisowab,”

(mar/pojokjabar)

loading...

Feeds