Mencuat Lagi, PT KAI dan Keraton Kasepuhan Seteru Saling Klaim Soal Tanah

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Dedi. (Alwi)

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Dedi. (Alwi)

POJOKJABAR.com, CIREBON – Perseteruan tanah kepemilikan antara PT KAI dengan Keraton Kasepuhan kembali mencuat. Hal tersebut terungkap saat BAP DPD RI berkunjung ke Balaikota Cirebon, Jalan Siliwangi, Rabu kemarin.

PT KAI dan Keraton Kasepuhan, keduanya saling klaim bahwa masing-masing memiliki sertifikat atau data tanah yang kuat. Belum dipastikan tanah mana saja mereka saling klaim, hingga keduanya berseteru.

“Intinya keduanya saling klaim. Persoalan sengketa tanah antara KAI dan Keraton Kasepuhan ini sudah lama terjadi,” ungkap Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Asep Dedi, saat ditemui di ruang kerjanya di Balaikota, Kamis (14/2/2019).

Dedi pun mengungkapkan, keduanya saling menggugat, dan pernah dimediasi oleh Pemkot dan pengadilan namun tidak ada kepuasan ketika solusi diputuskan. Malah keduanya membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Saat BAP DPD RI datang ke Balaikota Cirebon, persoalan tersebut sempat dibahas. BAP DPD RI sebagai lembaga akuntabilitas publik bahkan menawarkan diri untuk membantu persoalan yang terjadi antara PT KAI dan Keraton Kasepuhan.

“Semoga dengan kehadiran DPD RI akan selesai karena menyangkut masyarakat juga,” kata Dedi.

Dedi pun menambahkan, sebarnya pihaknya tidak ingin antara KAI dan Kasepuhan saling berseteru, karena keduanya adalah aset dimiliki Kota Cirebon. KAI dan Kasepuhan memiliki potensi, yakni di bidang sejarah dan transportasi.

“Karena bagaimanapun, peran semuanya sangat penting, termasuk Keraton Kasepuhan dalam mewujudkan visi Kota Cirebon kreatif, berbasis budaya dan sejarah,” jelas Dedi.

Sementara itu, Abdul Gafar, Pimpinan BAP DPD RI, pihaknya mengungkapkan siap untuk membantu memecahkan persoalan yang dialami PT KAI dan Keraton Kasepuhan. BAP DPD, imbuhnya, adalah wakil yang diberi tugas oleh negara untuk rakyat.

“Kami mempunyai komitmen, dan kehadiran di sini itu tidak mencari siapa yang salah tapi kami ingin untuk mencari solusi. Persoalan yang ada di kota Cirebon ini, mengenai tanah antara pihak Keraton Kasepuhan dengan PT KAI  tentu kami harapkan ada solusinya,” kata Gafar.

Gafar juga berharap, dari permasalahan itu, semua pihak dapat duduk bersama menyelesaikan persoalan yang sudah lama terjadi ini. Menurutnya, solusi dapat terwujud bila semuanya dapat menempatkan secara hukum dan melakukan upaya ingin menyelesaikan masalah.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds