Kabupaten Cirebon Dapat Program PTSL, Capai Puluhan Ribu Bidang Lintas Sektor

Program PTSL di Kabupaten Cirebon, Selasa (12/2/2019)./Foto: Kirno

Program PTSL di Kabupaten Cirebon, Selasa (12/2/2019)./Foto: Kirno

POJOKJABAR.com, CIREBON– Kabupaten Cirebon kembali mendapat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Alokasi yang didapat dari program tersebut sebanyak 45 000 bidang, termasuk sertifikasi lintas sektoral yakni dari sektor UKM dan nelayan. Kegiatan tersebut, bertempat di ruang Nyi Mas Gandasari, Pemda Kabupaten Cirebon, Selasa (12/2/2019).

Kepala kantor ATR/BPN Kabupaten Cirebon Riswan Suhendi mengatakan, kegiatan ini berupa sosialisasi dan pengambilan sumpah, pelantikan ajudikasi satuan tugas, satuan yuridis, dan satuan administrasi PTSL

Acara tersebut, lanjutnya, dihadiri oleh 188 Satgas dari unsur BPN dan unsur Pemdes, serta Kuwu.

“Kegiatan ini dalam rangka pengambilan sumpah dan pelantikan panitia ajudikasi untuk mendukung dan mensukseskan program PTSL,” kata Riswan kepada Pojokjabar.com usai gelar sosialisasi PTSL

Menurut Riswan, ke-188 Satgas yang dilantik itu merupakan panitia dari satuan pemeriksaan tanah, satuan pengumpulan data fisik, maupun yuridis dan satuan pemberkasan pengolahan data.

“Fungsi Satgas itu, selaku panitia pemeriksaan tanah, kemudian juga untuk pengumpulan data fisik maupun yuridis. Dan pemberkasan pengolahan data dan sebagainya sampai bentuk sertifikat,” kata Riswan.

Lanjut Riswan, alokasi PTSL sebanyak 45.000 bidang itu tersebar di 44 desa di 23 Kecamatan di Kabupaten Cirebon. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, alokasi jumlah tersebut mengalami penurunan.

“Tahun kemarin kami mendapat alokasi 16.200, sekarang memang menurun,” ujarnya.

Penurunan jumlah tersebut, diakui Riswan, karena terkendala kurangnya pegawai di lingkungan BPN. Hal itu terjadi, masih kata Riswan, disebabkan karena setiap tahun pegawai BPN memasuki masa pensiun. Sedangkan petugas penggantinya tidak ada.

“Karena petugas kami setiap tahun pensiun, untuk tahun ini juga ada 6 petugas kami yang pensiun,” ujar Riswan.

Pihaknya mengaku akan tetap menjalankan tugas yang sudah diperintahkan dari pimpinannya. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dan kerjasama masyarakat, kuwu, camat dan bupati.

“Agar program tersebut bisa sukses dijalankan,” tandasnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds