Program 100 Hari Kerja Azis-Eti Dipersoalkan, Pemkot Cirebon Belum Becus Tangani Sampah

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati (alwi)

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati (alwi)

POJOKJABAR.com,CIREBON— Program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, Azis-Eti, dipersoalkan. Masalah sampah menjadi hal penting yang harus segera dibenahi di Kota Cirebon.

Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, Azis-Eti, dilantik di Gedung Sate, Bandung, Rabu lalu (12/12/2018). Usia jabatan mereka masih hitungan bulan dan masih jauh dari 100 hari kerja.

100 hari kerja Azis-Eti usai dilantik itu mengedepan tiga aspek yakni Pariwisata, Ketertiban dan Sampah di Kota Cirebon. Azis-Eti mengklaim, ketiganya merupakan persoalan yang tengah berlangsung di masyarakat.

“Kalau persoalan pariwisata dan sampah, oke itu nyambung. Tapi bagaimana jika mengelola pariwisata terus di berbagai titik tertentu masih terlihat sampah-sampah menumpuk,” kata pemerhati budaya Cirebon, Fathan Mubarak, Selasa (12/2/2019).

Fathan juga mengungkapkan, selain menumpuk, sampah-sampah juga menimbulkan bau tidak sedap jika masyarakat lewat di tempat tertentu seperti Kesambi dan KS Tubun.

“Seharusnya pemerintah becus menangani sampah. Bayangkan saja, kota sekecil ini dengan lima kecamatan seharusnya pemerintah setempat menggandeng misalnya para ahli. Kan ada anggarannya,” tutur dia.

Selain itu, persoalan pariwisata yang masuk agenda 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Cirebon harus memiliki agenda atau program yang jelas, seperti cara-cara mendatangkan wisatawan ke Kota Cirebon.

“Kalau misalnya tahun 2019 ini Pemkot Cirebon menargetkan pengunjung pariwisatanya 2 juta pengunjung, caranya dengan bagaimana,” jelas dia.

Sebelumnya, Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati, mengungkapkan jika pariwisata pihaknya akan menyelenggarakan Cirebon Festival (Cifest) yang akan digarap pada 2-3 Maret 2019 dengan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar.

“Jadi di sana atau acara itu, kami mengundang ribuan travel, guna bisa kerjasama persoalan apa saja mengenai tempat-tempat wisata di Kota Cirebon,” tutur Eti.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds