Isu TPA Kabupaten Cirebon Kembali Hangat Dibicarakan Publik, Ini Jawaban Bapelitbangda

Kabid Fisik dan Prasarana Bapelitbangda Kabupaten Cirebon, Imam (yon)

Kabid Fisik dan Prasarana Bapelitbangda Kabupaten Cirebon, Imam (yon)

POJOKJABAR.com CIREBON— Banyaknya penolakan masyarakat terkait lokasinya dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah menjadi pembicaraan warga Cirebon. Bapelitbangda menjawab.

Menanggapi penawaran pihak Pemdes Ciawijapura yang siap membuka kembali TPA untuk wilayah timur Cirebon, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bapelitbangda Kabupaten Cirebon, Imam, sangat menyambut positif akan kesedian masyarakat dan Pemdes Ciawijapura.

Imam menyampaikan jika pihak Pemda Cirebon sudah menyiapkan anggaran untukĀ  pengadaan lahan sebesar Rp6 miliar, guna mengantisipasi berakhirnya daya tampung TPA di Gunung Santri Depok Cirebon.

“Informasi yang masuk ke pihak kami, kapasitas TPA di Gunung Santri tidak lama lagi akan penuh, maka dari itu kami sudah menyiapkan anggaran untuk pengadaan lahan,” ungkapnya.

Lanjut Imam, adapun informasi kesedian dari masyarakat dan Pemdes Ciawijapura untuk membuka kembali TPA yang sempat ditutup oleh masyarakat, maka pihak Bapelitbangda menunggu ajuan dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Ini menjadi pemikiran kami selama 2 tahun, karena kapasitas penampungan tinggal 90 ribu meter kubik lagi dan sebentar lagi penuh,” bebernya.

Imam menambahkan hasil analisa pihak Dinas Lingkungan Hidup dengan jumlah 2.5 juta penduduk, maka produksi sampah yang dihasilkan setiap harinya sebesar 4.600 meter kubik sampah, sementara yang bisa dilayani pada angka 240 meter kubik perhari, jika di persentasi Pemda Kabupaten Cirebon baru mampu melayani 5% saja.

“Padahal jika bisa diatasi dari sisi hulu yaitu dari rumah tangga maka penanganan sampah akan berkurang sebesar 50%., karena sampah dari rumah tangga 60 % merupakan sampah organik yang bisa direduksi menjadi kompos untuk pertanian,” ujarnya.

Masih menurut Imam dengan adanya pengolah sampah terpadu di setiap desa sangat membantu Pemda Cirebon dalam menangani permasalahan isu sensitive sampah.

 

(yon/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds