Perpindahan Pedagang Pasar Darurat Sumber, Benarkah Antara Modus, Naluri, atau Tupoksi?

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon Abraham Muhammad./Foto: Kirno

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon Abraham Muhammad./Foto: Kirno

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com,CIREBON– Jelang perpindahan pedagang Pasar Darurat Sumber ke gedung Pasar Baru, suasana semakin memanas. Pasalnya, para pedagang yang memiliki rumah toko di pinggir Jalan Raden Dewi Sartika, Sumber, Kabupaten Cirebon, secara tegas menolak rencana penempatan sekitar ratusan pedagang di pinggir jalan tersebut.

Surat penolakan sejumlah pemilik toko itu disampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Abraham Muhammad membenarkan, adanya penolakan yang disampaikan melalui surat ke pihaknya.

Menurut Abraham, rencana penempatan sejumlah pedagang tersebut sebenarnya sangat bertolak belakang antara naluri dan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Dishub.

“Iya, kalau secara naluri sah-sah saja berjualan di pinggir jalan. Tapi ‘kan ada hak pejalan kaki, dan transportasi yang terganggu jika pedagang berjualan di sekitarnya,” Kata Abraham kepada Pojokjabar. com, Senin (11/2/2019).

Sedangkan, katanya, Tupoksi Dishub salah satunya adalah meminimalisir terjadinya kemacetan sistem transportasi. Dan jika para pedagang dibiarkan berjualan di pinggir jalan, maka ke depan akan menjadi masalah akibat transportasi dan hak pejalan kaki terhambat.

“Walaupum mengaku hanya sementara, itu modus saja karena pada ujungnya nanti akan susah,” tandasnya.

Menurut Kadishub, pengaturan para pedagang itu merupakan otoritas Disdagin Kabupaten Cirebon. Kondisi seperti itu dinilai akibat Disdagin tidak memperhitungkan SOP sebelumnya.

“Kenapa bisa terjadi seperti ini? Harusnya, antara out put, in put, out come, benefit dan impactnya diperhitungkan, termasuk SOP-nya juga,” tandasnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds