Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pesantren Tertua di Cirebon, Ini Pesan Tegas Panglima TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito di Ponpes Buntet Cirebon (yon)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito di Ponpes Buntet Cirebon (yon)


POJOKJABAR.COM, CIREBON— Panglima TNI Marsekal Hadi dan Kapolri Jenderal Tito menyambangi Pondok Pesantren Buntet yang merupakan pesantren terbesar dan tertua di Kabupaten Cirebon, Jumat (25/1).

Rombongan Panglima TNI berserta Kapolri tiba di GOR Mbah Muqoyim Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon sekira pukul16.45 WIB. Kemudian melakukan sholat berjamaah di masjid pondok pesantren.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, didampingi pejabat dari TNI dan Polri, Kepala Staf Angkatan Laut, Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cirebon.

Menurut Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Pesantren Buntet termasuk salah satu pondok pesantren yang mengirim laskar pada masa perang kemerdekaan untuk berjuang dan bertempur di Kota Surabaya.

“Dalam perjalanan Republik Indonesia, Pondok Pesantren Buntet mengirimkan Laskar Fisabilillah dan Laskar Hisbulloh untuk bertempur di Kota Surabaya. Setelah dikeluarkannya resolusi jihad oleh Hadratus Syech KH Hasyim Asyari kepada KH Abbas untuk melatih beladiri para santri di Pesantren Tebu Ireng,” terangnya di GOR Mbah Muqoyim, Astanajapura, Cirebon, Jumat (25/1).

Lebih lanjut Panglima TNI menekankan pentingnya silaturahmi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Kita sebagai bangsa harus bersatu agar Negara Kesatuan Republik Indonesia kuat saling bersinergi dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa,” katanya.

Hadi berharap pondok pesantren  merupakan tempat generasi penerus bangsa menuntut ilmu dan menjadi berkumpulnya gagasan gagasan kebangsaan, tentunya peran para kiyai dan santri sangat sentral dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kita harus bersama sama dengan TNI Polri dalam menjaga keutuhan NKRI agar bisa diwariskan kepada anak cucu kita sebagai negeri yang aman damai dan sejahtera, jangan termakan hoax dan ikut dalam menyebarkan ujaran kebencian karena akan merusak kesatuan dan persatuan,” tegasnya.

Sementara Ketua YLPI Ponsok Pesantren Buntet KH Adib Rofiudin Izza mengatakan, Ponpes Buntet merasa bangga karena baru kali ini, dua pimpinan TNI dan Polri datang ke ponpes.

Panglima TNI dan Kapolri mengajak masyarakat memberantas terorisme.

(yon/kir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds