6 Fakta Mencengangkan Dugaan Korupsi Jalan Mahoni-Bromo di Cirebon

Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Roland Ronaldy./Foto: Alwi

Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Roland Ronaldy./Foto: Alwi


POJOKJABAR.com, CIREBON– Kasus dugaan kasus korupsi di Kota Cirebon, tepatnya pada proyek  Jalan Mahoni dan Bromo menyisakan beberapa fakta bagi publik.

Berikut beberapa fakta yang berhasil dihimpun redaksi Pojokjabar.com:

1. Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis meminta para ASN tidak panik

Persoalan dugaan kasus korupsi di Kota Cirebon Jalan Mahoni dan Bromo, Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis meminta kepada ASN agar jangan panik.

Azis berharap, kasus tersebut agar para ASN terus fokus pada kinerja, melayani masyarakat dan pembangunan Kota Cirebon untuk tahun pertama dirinya menjabat.

“Para ASN harus melaksanakan tugasnya jangan sampai terhenti. Para staf juga saya telah undang semua untuk tetap tenang, tetap tegar, dan tetap terus melaksanakan tugas pembangunannya,” kata Azis, Kamis (17/1/2019).
Untuk menstabilkan kondisi jalannya pemerintahan Kota Cirebon, Azis juga telah berkoordinasi dengan Sekda Kota Cirebon, Asep Dedi, bagaimana ke depan pelayanan masyarakat tetap berjalan.

Baca: Dugaan Korupsi Jalan Mahoni-Bromo Bikin Azis Minta ASN Tetap Fokus Saja

 

“Saya hari ini akan membicarakannya dengan Pak Sekda dan para pejabat lain untuk bagaimana mengatasi masalah ini jangka pendeknya dan jangka panjangnya. Juga bagaimana mengatasi masalah bantuan hukum, bagi YW ini,” ungkap Walikota dua periode ini.

 

2. Pihak Pemkot Cirebon berjanji akan memberikan bantuan hukum kepada YW

Kasus dugaan korupsi Jalan Bromo di Kecamatan Harjamukti, dan Jalan Mahoni di Kecamatan Kesambi, Pemerintah Kota Cirebon akan memberikan bantuan hukum kepada tersangka, yakni YW.

YW merupakan Plt Kepala DPUPR Kota Cirebon, yang ditetapkan tersangka oleh Polres Cirebon Kota (Ciko), pada Senin (14/1/2019) kemarin saat gelar konferensi pers di Makopolres.

“Para pejabat, saya harap tidak panik dengan adanya musibah ini. Karena ini sesuatu yang berbeda. Bagaimana menangani musibah ini Pemerintah Kota tentunya akan melakukan bantuan hukum,” kata Walikota Cirebon, Nasruddin Azis, Kamis (17/1/2019).

Baca: Pemkot Cirebon Akan Beri Bantuan Hukum Dugaan Korupsi YW

 

Azis pun mengungkapkan, dari kasus tersebut pihaknya berharap kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak panik, dan terus melakukan pelayananan terhadap masyarakat seperti biasanya.

 

3. Direktur CV Rajawali jadi tersangka pada kasus dugaan korupsi Jalan Bromo dan Mahoni

HMS, Direktur CV Rajawali, ditetapkan polisi sebagai tersangka dugaan korupsi Jalan Bromo dan Mahoni di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

HMS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat laporan polisi 357/A/2018/JBR/RES CIREBON KOTA, tanggal 18 Mei 2018 atas nama pelapor inisial M.

Kapolres Cirebon Kota (Ciko), AKBP Roland Ronaldy, mengungkapkan HMS menjadi tersangka bersama YW Plt Kepala DPUPR Kota Cirebon, S dari PPTK, DD petugas upload dokumen penawaran dan K pelaksana pekerjaan.

Baca: Direktur CV Rajawali Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Bromo dan Mahoni, Rugikan Negara Ratusan Juta

 

“Saya menargetkan kepada Reskrim untuk akhir Januari ini bisa selesai semua. Target saya akhir Januari ini kasusnya sudah menjadi P-21,” jelasnya, Rabu (26/1/2019).

 

4. YW jadi tersangka, diduga selewengkan anggaran proyek Jalan Bromo dan Mahoni

YW, seorang Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon kini ditetapkan tersangka oleh Polresta dalam dugaan korupsi peningkatan Jalan Bromo dan Mahoni di Kota Cirebon.

YW ditetapkan tersangka pada Senin (14/1/2019) kemarin dalam konferensi pers Polres Cirebon Kota (Ciko) di Mako Polres Jalan Veteran 05, Kota Cirebon, 15.00 WIB.

Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Roland Ronaldy mengungkapkan YW dijadikan tersangka karena diduga menyelewengkan anggaran proyek Jalan Bromo dan Mahoni di Kecamatan Harjamukti ratusan juta rupiah.

Baca: 4 Tersangka Lain Kasus Korupsi Proyek Jalan Rinjani Raya Bomo-Mahoni
“Berkas perkaranya sudah kami berikan ke Kejaksaan dan menunggu perintah dan baru melaksanakan penahanan,” ungkapnya, Selasa, (15/1/2019).

 

5. Kerugian negara akibat proyek peningkatan Jalan Rinjani Raya-Bromo capai Rp 200 juta

Polres Cirebon Kota (Ciko) menemukan kerugian negara pada proyek peningkatan Jalan Rinjani Raya-Bromo, Kecamatan Harjamukti, senilai Rp 200 juta.

Jalan Rinjani Raya-Bromo merupakan proyek yang dikerjakan pemerintah Kota Cirebon dengan menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus) 2016 sebesar Rp 599.999.000 juta.

“Tersangka dari pihak PPK atas nama YW. Kerugian sebesar Rp 205.775.417 juta, atas perhitungan perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat,” ujar Kapolres Cirebon Kota (Ciko), AKBP Roland Ronaldy, Selasa (15/1/2019).

Baca: Proyek Jalan Rinjani Raya-Bromo Dikorupsi, Polisi Temukan Kerugian Negara Rp200 Juta

 

Roland pun mengungkapkan, saat ini pihaknya belum melaksanakan penahan kepada YW dikarenakan menunggu perintah atau hasil pengembangan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon.

 

6. Sumber dana proyek jalan Raya Bromo dan Mahoni Raya dari DAK

Salah seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon berinisial YW sebagai tersangka atas kasus korupsi pelaksanaan pekerjaan jalan Rinjani Raya Bromo dan Mahoni Raya.

Hal ini disampaikan Kepolisian Resor Cirebon Kota (Polres Ciko).

Pekerjaan infrastruktur jalan bersumber dana APBN tersebut terletak di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

Baca: Polres Ciko Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rinjani Raya Bomo-Mahoni

 

Kapolres Ciko AKBP Roland Ronaldy mengatakan, nilai kontrak proyek jalan tersebut sebesar Rp599 juta yang berumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

 

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds