Pernah Jadi Bawahan Sunjaya, Dodi Ungkap Trik Sunjaya Cari Uang

Bupati Cirebon Non Aktif Sunjaya Purwadisastra saat didampingi Kabag Humas Setda Kabupaten Cirebon Iwan Ridwan Hardiawan SSos foto bersama dengan Manajer Pemasaran Radar Cirebon Raswidi Hendra. Foto: mohamad junaedi/radar cirebon

Bupati Cirebon Non Aktif Sunjaya Purwadisastra saat didampingi Kabag Humas Setda Kabupaten Cirebon Iwan Ridwan Hardiawan SSos foto bersama dengan Manajer Pemasaran Radar Cirebon Raswidi Hendra. Foto: mohamad junaedi/radar cirebon

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, CIREBON– Kepala UPTD Pengelolaan Air, Penataan Ruang, Jalan, dan Jembatan Wilayah VIII pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon, Dodi Sodikin membuka  sepak terjang Sunjaya Purwadi Sastra.

Dodi Sodikin membuka terkait permainan proyek selama menjadi bupati Cirebon dibuka orang-orang yang pernah menjadi bawahannya.

Dodi blak-blakan usai menjalani pemeriksaan oleh tim KPK di Mapolres Cirebon Kota, Rabu (16/1). Dodi membeberkan cara Sunjaya “mencari” uang dengan memanfaatkan proyek-proyek pemerintah.

“Tahun 2017 dan tahun 2018 saya menjabat sebagai Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan DPUPR. Jika ditotal anggaran selama dua tahun itu sekitar Rp 450 miliar. Dari nilai Rp 450 miliar tinggal dihitung 5 persennya berapa,” ujar Dodi kepada Radar Cirebon (Pojokjabar.com group) usai diperiksa KPK.

Dodi buka-bukaan karena pada pemeriksaan kemarin itu KPK menyasar aliran fee proyek yang diperuntukkan bagi Sunjaya. Ia menyebutkan, nilai 5 persen itu dari setiap kegiatan.

Pemberian fee proyek, lanjut Dodi, langsung dari pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakan kegiatan fisik milik DPUPR. Dan semua kegiatan itu dalam pengusaan Sunjaya.

Meski demikian ia mengaku tidak mengetahui berapa total semua fee proyek sejak Sunjaya menjabat tahun 2014 sampai 2018. Baik proyek juksung (penunjukan langsung) maupun lewat lelang. Kendati demikian, ia mempunyai tanggung jawab untuk memberikan keterangan kepada penyidik KPK.

Menurutnya, sumber dana Rp 450 miliar yang ia ungkap itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Barat, pokok-pokok pikiran DPRD dan APBD Kabupaten Cirebon.

Dodi sendiri rencananya kembali menjalani pemeriksaan hari ini. Ia akan membawa data lengkap dari tahun 2014 hingga 2018, atau selama Sunjaya menjabat.

“Kami harap dengan adanya pemeriksaan ini, kasus dugaan korupsi yang menimpa bupati nonaktif ada hasilnya. Kita serahkan semuanya ke penyidik KPK,” ucapnya.

Seperti diketahui, penyidik KPK masih terus menggali keterangan dari sejumlah saksi terkait kasus jual beli jabatan dan fee proyek yang menjerat Sunjaya. Seperti hari-hari sebelumnya, pemeriksaan kemarin juga digelar ruang Bhayangkari Polres Cirebon Kota.

Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Setidaknya ada 14 nama yang diperiksa. Antara lain Kasubid Mutasi BKPSDM Canida, Kepala SMPN 1 Gegesik Mursida, Sekdis Pertanian Warman, Kepala Puskesmas Suranenggala Sidik, Kabag SDM Setda Iwan dan Kabid PPHI dan Jamsostek Diskertran Rio.

Selain itu, penyidik juga memeriksa mantan Kadinkes Ahmad Qoyyim, Kadisdik Asdullah Anwar, Kepala ULP Adil Prayitno, Kasi Pemerintahan Kecamatan Beber Akhmad Rodi Sakho, Kasi Bina Potensi Masyarakat Satpol PP Baihaqi, Kasubag Keuangan dan Aset Diskertran Irma, honorer Satpol PP Siti Runingsih dan PNS Dinas Tenaga Kerja Abdullah. Di luar nama-nama itu, ada juga Kepala Dinkes Enny Suhaeni, serta beberapa nama lainnya.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengaku hanya ditanya seputar biodata diri. Tidak ada pertanyaan seputar mutasi rotasi di dinas yang ia pimpin.

“Sebenarnya saya dipanggil nanti hari Jumat. Kalau ini saya hanya ditelepon Pak Qoyyim untuk ke sini,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Bina Teknik dan Jasa Konstruksi DPUPR, Suparman, mengatakan, kedatangannya sebagai saksi untuk menyerahkan data di DPUPR. Tapi ia enggan menyebutkan data apa yang diminta penyidik KPK. “Gak enak lah Kang. Mohon doanya saja Kang,” singkatnya.

Eks ajudan Sunjaya, Deni Syafrudin juga tampak kembali datang ke Polres Cirebon Kota sekitar pukul 13.53. Ia hadir dengan membawa map. “Ya biasa silaturahmi saja,” katanya sambil berlalu menuju tempat pemeriksaan para saksi.

YANG DIPERIKSA KEMARIN

-Kepala Disdik Asdullah Anwar

-Kepala Dinas PUPR Aviv Suherdian

-Kepala Dinkes Enny Suhaeni

-Kepala UPT DPUPR Dodi Sodikin

-Kabag Pengadaan dan Pengendalian Pembangunan Adil Prayitno

-Kasubid Mutasi BKPSDM Canida

-Kasubag Keuangan dan Aset Diskertrans Irma

-Kabag SDM Setda Iwan Rizki

-Kabid PPHI dan Jamsostek Diskertrans Rio

-Eks ajudan Sunjaya, Deny Syafrudin

-Eks ajudan Sunjaya, Akhmad Rodi Sakho

-Honorer Siti Runingsih

-Kepala SMPN 1 Gegesik Hj Mursida

-Kepala Puskesmas Suranenggla Sidik

-Eks ajudan yang kini menjadi Lurah Tukmudal Baihaqi

-Mantan Kepala Dinkes Ahmad Qoyyim

(sam/day/pojokjabar)

loading...

Feeds