Nama-nama Berikut Diperikrsa Terkait Kasus Bupati Cirebon Non-Aktif Sunjaya Purwadi Sastra

Bupati Sunjaya bersama mantan ajudannya. (kirno)

Bupati Sunjaya bersama mantan ajudannya. (kirno)

POJOKJABAR. com, CIREBON – KPK memanggil puluhan aparatur sipil negara (ASN), mantan ASN, hingga pihak swasta untuk mengumpulkan bukti dan informasi atas kasus Bupati Cirebon non-aktif Sunjaya Purwadi Sastra.

Pada Senin (14/1/2019), KPK memanggil sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon untuk dimintai keterangan. KPK pun meminjam tempat di Mapolresta Cirebon, Kota Cirebon.

Bupati Cirebon non-aktif Sunjaya diseret KPK pada Oktober 2018 lalu. Sampai saat ini masih berstatus menjadi tahanan KPK. Bahkan, beredar informasi status Bupati Cirebon non-aktif Sunjaya ditambah lagi sampai tanggal 22 Januari 2019 nanti.

Baca: VIDEO Reaksi Wawan Setiawan Pasca Pemeriksaan, Ngaku Santai

 

Untuk mendapatkan bukti dan informasi lainnya, KPK pun akan memeriksa 48 orang, baik dari ASN, mantan ASN, hingga pihak swasta dan pemeriksaan dilakukan dari Senin-Kamis (14-17/1/2019).

“Iya, tadi saya memenuhi panggilan KPK, diproses di BAP, di Polresta Cirebon,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon Mochamad Syafrudin saat dikonfirmasi Pojokjabar.com usai memenuhi penggil KPK tersebut, Senin (14/ 1/2019).

Ia mengaku, ada beberapa pertanyaan yang disampaikan pihak KPK kepada dirinya. Pertanyaan-pertanyaan teresebut menurutnya lebih kepada tupoksinya sebagai Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon.

Baca: Polisi Buka-bukaan Soal Pemeriksaan 16 ASN di Ruang Bhayangkari Polres Ciko

 

“Intinya saya ditanya kurang lebih ada delapan pertanyaan. Seputaran fungsi dan tugas pokok sebagai kepala Dinas Dukcapil,” ujarnya.

Di antaranya, lanjut dia, yakni terkait hal-hal yang menyangkut identitas. Jadi menurutnya, sepanjang KTP ini adalah KTP elektronik, suatu identitas tidak bisa dipalsukan.

“Sebab geometriknya seorang direkam, ya, namanya itu, ke manapun. Itu penjelasan, harapan saya semoga Kabupaten Cirebon lebih baik ke depannya,” kata Syafrudin.

Baca: Perkembangan Kasus Korupsi Mantan Bupati Sunjaya, 16 Pejabat Cirebon Diperiksa Polisi

 

Menurut salah seorang PNS eselon II yang enggan disebutkan namanya mengaku, meskipun sampai sekarang dirinya tidak mendapatkan surat undangan, tetapi tetap saja rasa was-was ada.

Dengan dipanggilnya beberapa penjabat ASN di lingkungan Kabupaten Cirebon, Pj Bupati Cirebon Dicky Saromi diminta tanggapannya terkait hal tersebut hanya satu menyampaikan,

“No comment,” ungkapnya dengan tersenyum sambil jalan usai ditemui Pojokjabar.com di Desa Sitiwinangun, Senin (14/1/2019) siang.

 

Sementara, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperiksa hari ini (Senin, 14/1/2019) oleh KPK berjumlah 16 orang. Mereka adalah Mochamad Safrudin (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), Supadi Priyatna (Kepala BKPSDM), dan Sri Darmanto (Sekretaris BPKSDM).

Selain itu ada juga nama Yayat Ruhyat (Sekda Cirebon 2015-2018), Deni Safrudin (ajudan Bupati Cirebon), dan Sunedi (sekretaris pribadi Bupati Cirebon).

Ditambah nama Andry Yuliandry (Kasubag Kepegawaian Bag Umum Setda), Evi Sudiasih (honorer Didukcapil), serta Intan Novita Sari (honorer Pemkab Cirebon).

Kemudian Rahmat Sutrisno (Sekda Kab Cirebon), Wawan Setiawan (Kepala BKAD), Jaenal Abidin (Kepala Kesbangpol), M Iing Tajudin (Camat Astanajapura), Rita Susana Supriyanti (Camat Beber), Bambang Setiadi (Camat Pangenan), dan Bambang (Camat Ciwaringin).

Informasi yang diperiksa ASN pada Selasa (15/01/2019) ini sebanyak 13 orang. Nama-nama tersebut adalah Kepala DPUPR Kabupaten Cirebon Avip Suherdian, Kabid Teknik dan Jasa Konstruksi PUPR Suparman, Kepala Bidang Irigasi PUPR M Rizal, Kabid Sumber Daya Air PUPR Rahman, dan Kabid Peningkatan Jalan PUPR Hidayat.

Selanjutnya Kepala UPT DPUPR Dodi Sodikin, Kepala DPMPTSP Muhadi, Sekretaris DPMPTSP Dede Sudiono, Kabid Tata Ruang DPUPR Uus, Kepala UPT PPKB Dziki, Kabid Dinas Sosial Wawan, Kasubag Keuangan Setda Kabupaten Cirebon Wawan, dan Kabid Pariwisata Kabupten Cirebon Nana Mulyana.

Berlanjut pada Rabu lusa (16/01/2019) dijadwalkan sebanyak 14 orang dipanggil di antaranya Kasubid Mutasi BKPSDM Canida, Kepala SMPN 1 Gegesik Hj Mursida, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Warman, PNS Disnakertrans Abdullah, Kepala Puskesmas Suranenggala Sidik.

Selanjutnya, Kabag SDM Setda Iwan, Kepala Bidang PPHI Disnakertrans Rio, Kasubag Keuangan dan Aset Disnakertrans Irma, PNS di Pemerintah Kabupaten  Cirebon Siti Runingsih, Sekretaris Kecamatan Beber Akhmad Rodi Sakho, Kasi Bina Masyarakat Satpol PP Baihaqi, Mantan Kadinkes Kabupaten Cirebon Ahmad Qoyyim, Kadisdik Asdullah Anwar dan Kepala ULP Adil Priyatno.

Selanjutnya pada Kamis (17/1/2019) dipanggil pihak swasta lima orang yakni Robi, yang merupakan anak Sunjaya dan juga Direktur PT Putera Tjipta Jaya. Sukirno Direktur PT Kings Property,  Bisri pekerja wiraswasta, Sutikno Direktur Utama PT Kings Property, dan Asep Pratama Hidayat Direktur PT Insan Perdana Teknik.

(kir/pojokjobar)

loading...

Feeds