Cirebon Jumat Ini Diprediksi Hujan Ringan, Simak Data Hari Hujan 2018-2019

Ilustrasi Hujan .

Ilustrasi Hujan .

POJOKJABAR.com, CIREBON– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hari ini memprediksi wilayah Cirebon akan terjadi hujan ringan. Hujan ringan tersebut memiliki kelembaban hingga 95%.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faizin, mengungkapkan hujan ringan yang melanda Cirebon diperkirakan akan turun dari sore, hingga menjelang malam.

“Bagi yang ingin bepergian atau keluar rumah, jangan lupa sedia payung,” ujarnya, dalam keterangan tertulis diterima Pojokjabar.com, Jumat (11/1/2019).

Faizin pun menambahkan, selain Cirebon, hujan ringan juga diprediksi pihaknya akan terjadi di wilayah III yakni Indramayu, Kuningan dan Majalengka.

“Untuk masalah kelembaban, Indramayu paling rendah yakni 55%,” terangnya.

Di wilayah Cirebon sendiri, Faizin menjelaskan, hujan ringan tersebut akan akan memiliki kecepatan angin yang berhembus dari wilayah Barat, dengan kekuatan 30 km/h.

Selain itu, tambahnya, kecepatan angin tersebut akan berpengaruh pada tinggi gelombang laut yakni 0,2 hingga 1,25 meter, yang arusnya dari tenggara dengan kecepatan 5 sampai 40 cm/detik.

Sementara, pagi ini, khusus wilayah Indramayu dan Cirebon, cuaca cerah berawan sedangkan Majalengka dan Kuningan berawan.

“Suhu panasnya paling rendah 33°C, dan paling tinggi 34°C,” pungkasnya.
Hari Hujan Sepanjang 2018-2019

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka menyebut sepanjang 2018 hingga 2019 khususnya Januari, tercatat hari hujan di wilayah kerjanya terjadi 28 hari pada bulan Maret.

Sedangkan harian tertinggi, terjadi April tanggal 20 dengan ukuran 99,5 cm. Pada Maretnya, terdapat curah hujan dengan jumlah bulanan terbesar yakni 682,7 mm.

Masih di bulan Maret, kondisi tersebut memiliki penguapan dengan skala 0,4 cm, yang terjadi pada tanggal 4. Selain itu, bulan tersebut juga terjadi 0% penyinaran matahari.

Selanjutnya, Maret juga terdapat kecepatan angin, yang terbesar dengan kekuatan 27 knots, yang arahnya bertiup dari Tenggara, yang terjadi pada 14 Maret 2018.

Sedangkan cuaca ekstrem sendiri, BMKG Stasiun Jatiwangi Majalengka mencatat, ada hujan lebat 6 kali, dan kelembaban udara tertinggi, yang terjadi pada 15 Februari 2018 dengan skala 98%.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds