6 Fakta Suami Istri Saling Bunuh, Kasus KDRT Bikin Geger Cirebon

Suasana rumah duka korban penganiayaan di desa Pekantingan. Kirno/pojokjabar

Suasana rumah duka korban penganiayaan di desa Pekantingan. Kirno/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON– Beberapa didapat dari kasus suami istri saling berusaha membunuh (kekerasan dalam rumah tangga, KDRT, red).

Kasus ini membuat geger warga Cirebon.

Berikut beberapa fakta dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut.

 

1. Pembunuhan terjadi waktu Maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.

Telah terjadi kasus pembunuhan yang dilakukan suami terhadap istrinya di Blok Karang Jambe Lor Desa Pekantingan Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Rabu (9/1).

KDRT yang berujung pembunuhan ini diketahui terjadi sekitar jam 18.30 WIB waktu maghrib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojokjabar.com, terjadi penganiayaan terhadap korban bernama Saniah (45), ibu rumah tangga beralamat di Karang Jambe Lor 12/06 Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Baca: Mengerikan! Suami Istri Saling Serang dan Saling Bunuh di Klangenan, Istri Tewas Duluan!

 

IRT ini meninggal dunia kena sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh suaminya, Arkati (48). Korban mengalami luka akibat sayatan di bagian lengan tangan.

 

2. Istri meregang nyawa, suami dirawat di RS Mitra Plumbon.

Suami di Klangenan ini gelap mata dibakar api cemburu. Arkati (48) nekat membunuh istrinya di dapur rumah mereka. Istrinya melawan dan terjadilah saling bunuh.

Istrinya Saniah harus meregang nyawa di rumah mereka. Sementara itu suami korban terpaksa dirawat di rumah Sakit Mitra Plumbon.

Kejadian tersebut diketahui Rabu malam (09/01/2018) terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Blok Karang Jambe Desa Pekantingan Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon.

Baca: Ini Motif Suami Istri Saling Bunuh di Klangenan, Satu Meninggal, Satu Masuk Rumah Sakit

 

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, yang datang langsung ke TKP mengatakan, peristiwa sadis itu terjadi karena percekcokan dalam rumah tangga.

 

3. Polisi beberkan cara suami bunuh diri

Arkati (48) nekat membunuh istrinya di rumah mereka di Klangenan. Istrinya melawan dan saling bunuh. Istri tewas, suami berusaha bunuh diri dengan silet tangan sendiri.

“Setelah istrinya tewas, suami berusaha bunuh diri menggunakan silet. Suami sempat berusaha bunuh diri tapi keburu ketahuan anaknya,” ujar Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto di TKP, Rabu (9/1).

Saat ini, korban sudah dibawa ke rumah sakit Polri Losarang, Indramayu untuk menjalani otopsi.

Baca: Suami Istri Saling Bunuh di Klangenan, Istri Tewas, Suami Mau Menyusul, Lalu Silet Tangan Sendiri!

 

“Kasus ini masih kita dalami,”ujarnya.

 

4. Keluarga korban sempat menunggu kedatangan korban

Dari pantauan Pojokjabar.com di rumah duka di Desa Pekantingan, Kecamatam Klangenan, Kabupaten Cirebon, nampaknya keluarga korban sejak pagi hingga sekarang sedang menunggu kedatangan jenazah Saniah. Sampai saat ini jenazah belum datang.

Sementara itu, Arkati (48) suami korban informasinya masih di ruang IGD masih menjalani perawatan serius di rumah Sakit Mitra Plumbon.

Menurut keterangan Warsina (53) tetangga korban, pihaknya masih menunggu kedatangan jenazah dan tidak mengetahui pukul berapa akan datang.

Baca: Begini Suasana Rumah Duka Korban KDRT Klangenan Kabupaten Cirebon

 

”Kalau saya dapat informasi dari pihak desa, hari ini jenazah datang katanya sih lagi perjalanan dari Rumah Sakit Bayangkara, Losarang Indramayu ke sini, ya mungkin lagi dalam perjalanan,” kata Warsina kepada Pojokjabar.com. Kamis, (10/01/2019).

 

5. Tetangga pelaku mengaku sering mendapatkan curhat pelaku

Menurut Warsina (53) tetangga korban, pihaknya mengaku suami istri tersebut sering sekali cekcok jika lagi kumpul di rumah.

“Setahu saya Saniah (44) mereka jarang ada rumah. Dia, di luar kota merantau di Cilegon, Banten menjadi pembantu rumah tangga lebih dari 5 tahun. kalau suaminya sih jualan mainan,” kata Marsina kepada Pojokjabar.com.com. Kamis,(10/01/2019).

Menurut Warsina, diduga selingkuh dengan orang lain tiga tahun karena sikapnya beda.

Baca: Bendera Kuning Berkibar di Halaman Rumah, Keluarga Nunggu Kedatangan Jenazahnya

 

Yadi Gunawan (44) tetangga pelaku, sekaligus teman dekatnya menjelaskan, keluhan dari Arkati, kalau dirinya sering mendengar curhatan pelaku.

 

6. Korban tiba di rumah duka, diantar dengan mobil jenazah Polres Cirebon

Suasana rumah duka di Blok Karang Jambe Lor 12/06, Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, dipenuhi ratusan warga sejak pukul 19.10 WIB.

Warga sudah berada di rumah korban.

Hal ini lantaran, dipastikan jenazah Saniah malam ini dipulangkan dari Rumah Sakit Bayangkara, Losarang, Indramayu.

Baca: Jenazah Saniah Tiba di Rumah Duka, Keluarga Langsung Bereaksi

 

Sekitar pukul 20.00 WIB jenazah korban Saniah (44) tiba di rumah duka pada Kamis malam, (10/01/2019) menggunakan kendaraaan jenazah milik Polres Cirebon.

(mar/pojokjabar)

loading...

Feeds