Satpol PP Sebut Konsep Lesehan Merebaknya PKL Liar di Kota Cirebon

POJOKJABAR.com, CIREBON – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyebut terganggunya arus lalu lintas serta penggunaan trotoar sesuai mestinya di Kota Cirebon disebabkan PKL yang selama berjualan memiliki konsep lesehan.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan, mengungkapkan konsep seperti itu pihaknya tidak menyalahkan namun ketika menganggu fungsi trotoar serta parkir sembarangan menjadi masalah.

“Nah PKL kemudian berkembang karena konsep anak muda seperti lesehan dan sebagainya. Nah, pedagang tidak dilarang seperti itu, tapi menjadi masalah manakala di trotoar menghalangi jalan dan parkir sembarangan hingga akhirnya mengganggu jalan. Ini yang harus kita ditertibkan,” terangnya, Kamis (10/1/2019).

Mengenai masalah penertiban, Andi juga memiliki prosedur tidak asal tindak melainkan lewat beberapa langkah yakni melayangkan surat kepada para PKL dan sosialisasi lewat spanduk-spanduk atau media sosial.

“Jika hal itu sudah dilakukan dan berapa hari juga bulan tidak diindahkan, baru kita lakukan penindakan,” jelasnya.

Hingga saat ini, PKL, sebut Andi, masih dalam penangan pihaknya pada persoalan tindakan atau penertiban. Mengenai penempatan relokasi PKL, Andi menjelaskan bukan penanganan pihaknya melainkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Lokalisasi PKL nanti ditempatkan. Saya sih hanya sekadar menyampaikan ke dinas teknis, karena sampai kini kan temen-temen pedagang yang ditunggu itu penempatan. Makanya pada saat tadi rapat dengan Disperindag itu memberi penyampaian inventarisir penempatan para PKL,” ungkapnya.

Selanjutnya, setelah ada penempatan, Satpol PP bersama dinas kepariwisataan akan melakukan langkah supaya tempat relokasi bisa ramai oleh pengunjung maupun pembeli.

“Gimana nanti bisa ramai? Nantinya ini dilibatkan juga dari unsur kepariwisataan untuk tampilan-tampilan kesenian tiap minggu dan sebagainya,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds