Hari Anti Korupsi Se-Dunia, Kejari Cirebon Beberkan Kasus Korupsi, Dana Desa Paling Banyak

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon Gunawan Wibisono. (Kirno)

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon Gunawan Wibisono. (Kirno)

POJOKJABAR.com,CIREBON – Peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia 9 Desember, Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon membeberkan kasus korupsi yang sudah mereka ungkap dan sudah diproses hukum.

Kejari Kabupaten Cirebon juga menggelar apel bertempat di halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Sumber, Senin (10/12/2018) dalam rangka Hari Anti Koruspi Sedunia ini.

Kepala Kejaksaan Kabupaten Cirebon Gunawan Wibisono mengatakan, sejumlan lembaga yang rawan korupsi menjadi perhatian Kejaksaan Negeri Cirebon.

“Itu pemetaan dari Kejaksaan Agung, tentu supaya tidak ada praktik korupsi. Kami lakukan penyuluhan, sehingga tidak ada keragu-raguan juga dalam pengelolaan keuangan daerah,” kata Gunawan Wibisono.

Dalam satu tahun ini, Kejaksaan Negeri telah melakukan 7 penyelidikan, 2 penyidikan dan 7 sudah disidangkan, sementara 3 upaya hukum.

“Dalam penindakan hukum kami tidak pandang bulu, siapapun yang tersangkut pidana korupsi kami tindak. Apakah itu swasta ataupun pemerintahan, kami proses,” ujarnya.

Dalam prosesnya, lanjut dia, bukan saja memenjarakan namun juga recovery. Artinya penyelamatan kekayaan daerah.

“Di Kabupaten Cirebon sendiri kebanyakan kasus penyalahgunaan dana desa. Besarnya dana desa atau alokasi dana desa menjadi warning buat kami dan juga pemdes. Ketika salah mengelola bisa jadi musibah,” ucapnya.

Sementara itu di singgung soal kerugian Gunawan Wibisono mengakui, kerugian penyalahgunaan dana desa sepanjang tahun ini senilai Rp640 juta.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds