Atap Tumpang Tiga tanpa Paku Masjid Al Karomah yang Miliki Nilai Filosofis

Salah satu pengunjung yang keluar dari masjid Al Karomah Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. (Alwi)

Salah satu pengunjung yang keluar dari masjid Al Karomah Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. (Alwi)

POJOKJABAR.com, CIREBON–  Daerah Cirebon ternyata masih banyak menyimpan masjid kuno dengan nuansa arstistik yang unik serta masih klasik dan bahan bangunan masih asli.

Seperti di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Masjid Al-Karomah masih orisinil segala bahan bangunannya dan sampai kini masyarakat menjaganya.

Di antara bahan bangunan yang masih asli, yakni penyangga atau tiang yang terbuat dari jati serta tidak menggunakan paku.

“Semua alat pengencang kayu di sini bukan memakai paku, tapi kayu juga,” tutur salah satu marbot Masjid Al Karomah, Abdullah, kepada Pojokjabar.com, Minggu (9/12/2018).

Masjid Al-Karomah sendiri, berbentuk segi panjang yang memanjang dari barat ke timur, dengan bentuk atapnya bertumpang tiga.

“Atap tiga itu, memiliki filosofis Iman, Islam dan Ikhsan,” kata Abdullah.

Abdullah pun menuturkan, Masjid Al-Karomah dibuat pada abad ke-15 oleh seorang mufti atau guru agama dari kesultanan Cirebon bernama Syekh Maujud.

“Syekh Maujud itu, adalah penyebar Islam di sini,” ungkapnya.

Hingga saat ini, terang Abdullah, masjid tersebut masih dikeramatkan dan masyarakat memercayai banyak barokah jika solat di tempat tersebut.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds