Makam Ruhyatun Bakal Dibongkar, Erwin Selingkuhannya Akan Peragakan Cara Pembunuhan

Erwin Sahputra pegawai RSUD Gunungjati tersangka pembunuhan Ruhyatun

Erwin Sahputra pegawai RSUD Gunungjati tersangka pembunuhan Ruhyatun

POJOKJABAR.com, JAKARTA— Makam Ruhyatun (36) di Purbalingga bakal dibongkar untuk kepentingan otopsi. Kekasih selingkuhannya Erwin Sahputra bakal melakukan rekonstruksi pembunuhan itu.

Meski polisi sudah menangkap Erwin Sahputra (30), tersangka pembunuhan terhadap Ruhyatun (36), tahapan penyidikan masih panjang dalam melengkapi bukti-bukti dalam kasus pembunuhan ini.

Setidaknya ada dua hal penting bagi penyidik yang harus dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Yakni otopsi jenazah dan rekonstruksi.

Erwin Sahputra pegawai RSUD Gunungjati Cirebon pelaku pembunuhan Ruhyatun.

Erwin Sahputra pegawai RSUD Gunungjati Cirebon pelaku pembunuhan Ruhyatun.

Baca :

Berikut Foto Ruhyatun dan Erwin, Perselingkuhan Pegawai RSUD Gunungjati Berujung Maut

Untuk otopsi, polisi pun akan membongkar makam Ruhyatun di Purbalingga.

“Rencananya otopsi digelar Sabtu (8/12). Kalau tak ada kendala, kita berangkat dari sini Jumat menuju Purbalingga. Itu kalau tidak ada kendala,” ujar Kapolsek Talun AKP Eddie Mulyana melalui Kanit Reskrim Ipda Mochamad Soleh, Jumat (7/12).

Untuk pelaku pembunuhan, dari proses penyelidikan yang dilakukan, Soleh menegaskan bahwa kejadian ini tidak melibatkan pihak lain. Pelaku hanya Erwin.

“Nanti ada rekonstruksi, agar kasusnya terang benderang. Tapi waktunya kapan, nanti ditentukan kemudian,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, korban Ruhyatun ketika masih hidup berjualan kopi rokok dan lain-lain di sekitar RSUD Gunungjati Kota Cirebon.

Ruhyatun setiap hari mangkal menggunakan gerobak di trotoar depan RSUD Gunungjati.

Ruhyatun tewas dibunuh kekasih gelapnya (selingkuhan), Erwin Sahputra, warga Bumi Arum Sari, RT 01 RW 11, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Erwin merupakan supir pribadi dari Dirut RSUD Gunungjati.

(ral/int/pojokjabar)

loading...

Feeds