Tak Disangka, Pengakuan Rekan Seprofesi Ruhyatun Semasa Hidupnya

Lokasi Ruhyatun, korban pembunuhan di Cirebon berjualan./Foto: Kirno

Lokasi Ruhyatun, korban pembunuhan di Cirebon berjualan./Foto: Kirno

POJOKJABAR.com, CIREBON– Kisah cerita Ruhyatun ketika masih hidup berjualan kopi rokok dan lain-lain. Ruhyatun setiap hari mangkal dengan menggunakan gerobak di trotoar depan Rumah Sakit Gunung Jati, Kota Cirebon.

Ruhyatun tewas dibunuh kekasih gelapnya (selingkuhan, red), Erwin Sahputra, warga Bumi Arum Sari, RT 01 RW 11, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Menurut cerita salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, Ruhyatun kurang lebih dua tahun berjualan rokok, kopi dan lain-lainya di tempat ini dengan dirinya.

“Berjualannya di sini, di pinggir jalan di depan IGD Rumah Sakit Gunung Jati itu kurang lebih dua tahunan. Berjualan di tempat ini setiap hari dari pagi sampai sore,” kata pedagang ketoprak temannya Ruhyatun, Kamis (06/12/2018).

Ia mengaku biasa mengobrol dengan korban saat sedang sepi pembeli.

Lokasi Ruhyatun, korban pembunuhan di Cirebon berjualan

 

“Kalau lagi sepi jualannya, ya biasa bercanda, ngobrol – ngobrol dengan saya, namanya mangkal bareng bersebelahan di sini, ya, pasti ngobrol,” kata pedagang ketoprak.

Menurutnya, hubungan Erwin Sahputra dengan Ruhyatun itu biasa – biasa saja. Erwin sering jajan dan minum kopi di lokasi Ruhyatun berjualan,  hanya tidak setiap hari.

“Erwin Sahputra terkadang ngopi bersama teman – temannya, kan tidak ketahuan bawa Ruhyatun itu kekasih gelapnya soalnya biasa saja, tidak mencurigakan bahwa keduanya ada hubungan,” ucapnya.

Ia mengaku, Erwin Sahputra berprofesi sebagai sopir ambulans rumah sakit, dan tak lama kemudian diangkat menjadi sopir pribadi Direktur Rumah Sakit.

Lokasi Ruhyatun, korban pembunuhan di Cirebon berjualan

 

“Erwin Sahputra keliatannya pendiem, saya jujur saja tidak menyangka, mas, dia ada hubungan gelap dengan Ruhyatun, sampai kejadian tega menghabisi nyawa Ruhyatun, jadi tidak merasa curiga juga mungkin kalau ketemu janjian di luar,” ujarnya.

Pada hari Jumat, sambungnya, Ruhyatun masih jualan dengan dirinya. Keesokan harinya, Sabtu, sudah tidak berjualan.

“Kemudian sorenya, saya dengar dari berita ada seorang perempuan meninggal dunia di Talun. Kemudian ada kabar lagi motor Ruhyatun ditemukan di Jalan Kesambi,” tandasnya.

(Kir/pojokjabar)

loading...

Feeds