PKL Hilang, Jalan Protokol Kota Cirebon Jadi Tempat Parkir Liar

Parkir Liar di Kota Cirebon

Parkir Liar di Kota Cirebon

POJOKJABAR.com, CIREBON – Keluh kesah dan dilema yang dirasakan pedagang kaki lima (PKL), terhadap perda no.2 tahun 2016 perihal penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kota Cirebon.

Saat ini kota Cirebon merupakan kota yang harus melakukan penatan sebagai salah satu objek destinasi, penataan pedagang kaki lima di ruas jalan yang telah di tentukan harus sesuai.

Menurut Komisi II DPRD kota Cirebon Agung Supirno, S.H, pedagang kaki lima (PKL) harus menaati perda no.2 tahun 2016.

“PKL melakukan kegiatan usaha harus sesuai dengan perda no.2 tahun 2016, artinya ada rambu-rambu yang melarang PKL untuk melakukan usaha,” ukap Komisi II DPRD kota Cirebon Agung Supirno, pada Pojokjabar.com .

Di tengah gencarnya pemkot Cirebon menata PKL di ruas jalan yang sudah di tentukan, namun nampak pengganti PKL yang kurang mengindahkan bermunculan.

Jalan Siliwangi sebagai jalan yang notabene akses utama pemkot Cirebon memang tidak terlihat PKL, namun di ganti oleh parkir liar, padahal di sana terpampang rambu-rambu lalu lintas dilarang parkir.

“namun kita bisa mengetahui bersama ketika PKL tidak melakukan usaha di badan jalan tetapi masih ada parkir liar yang melakukan kehiatan di badan jalan, padahal ruang dan tempat yang mereka gunakan dengan PKL itu sama,” tuturnya.

Badan jalan yang sepi dari PKL karena sudah di tata oleh pemkot kota Cirebon memang terlihat rapih.

Namun pemerintah kota masih belum mampu mengkondisikan parkir liar yang menggantikan PKL, hal itu terkesan bahwa pemkot melakukan diskriminasi, melarang PKL dan membiarkan parkir liar.

“saya menilai saat ini ada kesan diskriminasi,” pungkasnya.

(ysp/pojokjabar)

loading...

Feeds