Group Awi Raksa Unjuk Kemampuan Main Angklung

Group Awi Raksa

Group Awi Raksa

POJOKJABAR.com, KUNINGAN– Pemusik tradisonal yang tergabung dalam group Awi raksa memang terlihat piawai dalam melantunkan lagu melalui permainan alat musik tradisonal angklung.

Hal itu terbukti disela kegiatan festival angklung di selenggarakan di halaman gedung perundingan Linggarjati.

“Group musik angklung kami, betul awi raksa dan berjumlah 20 orang,” kata Angelavega salah seorang personil Awi Raksa, Sabtu (17/11).

Angelavega yang masih duduk di kelas 7 SMP Yos Sudarso Kuningan, ini menceritakan tentang ketertarikan dalam memainkan musik tradisional yang terbuat dari bambu.

“Sekolah kami itu mewajibkan siswa untuk kegiatan eskul. Nah, saya ketika masih sekolah dasar itu hobi main musik dan sampai sekarang. Tentu mendapat arahan dari Pak Ade guru eskul kami,” jelas dia.

Mula hobi bermusik, kata dia, ketika masih duduk di sekolah dasar, persis kelas lima. Terlebih waktu itu, sempat menampilkan dan memeragakan di acara pemerintah dalam event mancanegara.

“Seperti waktu Tour de Linggajati, disitu kami bangga bisa tampil di hadapan para pejabat pemerintah baik dari kementrian pariwisatanya,” ujarnya

Dalam angklung yang menjadi kebangga daerah kuningan, lanjut dia menerangkan, itu merupakan media dalam mengenal daerah terhadap dunia luar. Apalagi dengan kemajuan jaman seperti saat ini.

“Kita main terus upload di media sosial, pasti ada yang nonton. Untuk itu, dalam melancarkan ketukan permainan angkulng, saya main angklung setiap hari tidak kurang dari satu jam,” kata pelajar dari pasangan Ny. Sri Sulastriwati dan Agustinus Juarno.

Sebagai pendorong dalam membudayakan alat musik tradisional. Angela pun memiliki kesan pesan terhadap kalangan masyarakat, khusus pelajar di kabupaten kuningan.

Sebab, warga luar saja, seperti orang jepang yang tengah dipercaya memainkan alat musik di acara festival angklung ini, terlihat sangat sumringah dan bangga dengan kemampuannya.

“Makanya, teman teman semua, jangan kalah sama orang Jepang. Dia saja bisa main angklung, kenapa tidak. Kita sebagai warga daerah yang telah diakui bahwa angklung itu kesenian kuningan. Mari belajar musik tradisonal ini ya,” ajak Angelavega yang di dampingi temannya yakni Felicita Rensy.

Sebelumnya Bupati Kuningan H Acep Purnama mengatakan, angklung merupakan alat kesenian tradisional yang terbuat dari bambu.

Berdasar historisnya, kampung angklung itu berada di Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan

“Alhamdulillah alat kesenian ini telah mengalami perubahan dari sebanyak lima nada atau oktaf, kini menjadi tujuh,” kata Acep dalam sambutannya.

Acep juga menceritakan, berlangsungnya kegiatan di halaman gedung itu tentu memiliki nilai pendidikan sejarah perjuangan kemerdekaan.

“Kalau saya simpulkan, di gedung ini dilakukan diplomasi untuk menetapkan kemerdekaan seutuhnya,” jelas Acep.

Di tempat yang sama, staf ahli Kementerian Bidang Multikultural Pariwisa Esty Reka Astuti menyebutkan, angklung yang dilahirkan di Kabupaten Kuningan ini tentu mendapat legalitas mendunia

“Ini dapat dibuktikan langsung oleh UNESCO. Bahwa alat kesenian bambu memang budaya indonesia,” jelasnya.

(pay/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds