DPRD Kabupaten Cirebon Desak BPBD Kaji Pergeseran Tanah di Ciwaringin

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon sedang diwawancarai.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon sedang diwawancarai.

POJOKJABAR.com, CIREBON –  DPRD mendesak BPBD agar mengkaji adanya pergeseran tanah di Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) juga didesak secepatnya  melakukan kajian.

Seperti diberitakan sebelumnya terjadi abrasi penggeseran tanah akibat sungai Ciwaringin yang mengakibatkan tiga rumah rusak hingga jalan raya Cirebon-Bandung terancam putus.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mustofa mengaku, terjadinya pergeseran tanah di wilayah tersebut dirasa heran.

Sebab, sebelumnya data yang didapat pihaknya dari BPBD Kabupaten Cirebon, wilayah-wilayah yang rawan terjadi pergeseran tanah berada di selatan.

Mustofa mengaku belum tahu pasti penyebab pergeseran tanah di desa Ciwiringin itu, tapi yang jelas, kalau melihat lokasinya yang dekat dengan sungai besar, bisa saja pergeseran tanah itu karena erosi atau abrasi dari sungai.

“Artinya ini harus dikaji, kalau memang itu dampak abrasi kemudian bergesernya tanah itu karena hempasan air, nah ini menjadi kewenangan BBWSCC. Tetapi tanah berdirinya dari bangunan ini kan berada di Kabupaten Cirebon, jadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus mengkaji juga di sana,” ujar Mustofa, Selasa (13/11/2018).

DPRD Kabupaten Cirebon sendiri, pihaknya akan memanggil dan menanyakan langsung ke BPBD. Artinya, tindak lanjut ke depannya harus dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) ini.

“Kita nanti dari DPRD, terkait lokasi di rumah yang terjadi pergeseran tanah ini, kita akan panggil BPBD,” ujar Mustofa.

Jika memang musibah di Ciwaringin ini diakibatkan oleh sungai Ciwaringin di wilayah tersebut dan memerlukan pembangunan dari BBWSCC, maka pihaknya pun akan mendorong agar BBWSCC ini segera bertindak.

“Dan kalau memang memerlukan pembangunan yang menjadi kewenangan BBWSCC, jelas saya akan rekomendasikan agar itu segera ada penanganan,”ujarnya.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds