Tradisi Rebo Wekasan, Ramai-ramai Bersihkan Diri dengan Mandi Disungai

Rebo wekasan dengan mandi di sungai Cipeger.

Rebo wekasan dengan mandi di sungai Cipeger.

POJOKJABAR.com, CIREBON – Puluhan masyarakat berebut mandi di sungai Cipager yang terdapat di belakang makam keramat Pangeran Pasarean di Desa Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Tradisi Rebo Wekasan yang sudah menjadi bagian masyarakat Cirebon ini, setiap tahun dilakukan jelang memperingati Maulid Nabi atau yang lebih dikenal masyarakat Cirebon dengan Muludan.

Rebo Wekasan diyakini masyarakat untuk membersihkan diri atau raga, karena Tuhan akan menurunkan ribuan musibah seperti bencana, penyakit, dan sebagainya tiap hari Rebo terakhir bulan Safar.

“Biar kami sekeluarga mandi di sini biar gak kena bala,” tutur Sartini yang mengajak seluruh anggota keluarga nya mandi di sungai.

Dari pantauan Pojokjabar.com, menjelang hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, Kesultanan Cirebon selalu mengadakan berbagai ritual dan tradisi, yang selalu mewarnai pada hari-hari tertentu.

Salah satunya, Rebo Wekasan. Rebo berarti Rabu dalam bahasa Indonesia dan Wekasan artinya pungkasan atau akhir. Secara harfiah, Rebu Wekasan adalah hari Rabu terakhir.

Lebih tepatnya lagi, merupakan hari Rabu terakhir dari bulan Safar (bulan kedua dari 12 bulan penanggalan tahun Hijriah). Ada tradisi dan ritual yang biasa dilakukan pada Rebo Wekasan.

(kir/pojokjabar)

loading...

Feeds