Intip Ritual Puasa 40 Hari Keluarga Kanoman, Gelar Rebu Wekasan

Ratu Raja Arimbi Nurtina (kiri), Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon./Foto: Alwi

Ratu Raja Arimbi Nurtina (kiri), Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon./Foto: Alwi


POJOKJABAR.com, CIREBON– Rebo Wekasan atau Rabu bulan Safar, terjadi pada hari ini. Keluarga Keraton Kanoman Cirebon, memperingati hari itu dengan tradisi Tawurji atau Ngapem.

“Tawurji berasal dari suku kata Tawur, yang memiliki arti melempar uang koin atau sejenisnya dan Aji yakni tuan haji atau orang yang mampu,” kata Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, Rabu (7/11/2018).

Namun, saat menggelar acara tersebut, dalam lingkungan Keraton Kanoman terdapat ritual khusus dalam 40 hari sebelumnya. Kata Ratu Raja Arimbi, keluarga keraton harus puasa dan tidak boleh makan bernyawa atau bahan lain yang mengandung karbohidrat.

“Kalau bisa ya puasa 40 hari. Tapi kalau tidak ya jangan makan yang mengandung bahan bernyawa atau karbohidrat,” ujar Ratu Raja Arimbi.

Keluarga keraton Kanoman melakukan itu, tutur Raja Arimbi karena sudah menjadi warisan turun-temurun dan tradisi leluhur pada lingkungan Keraton Kanoman.

“Kalau kami melakukan itu badan jadi terasa enak, ringan, dan pikiran jadi plong,” ujarnya.

Kendati itu, Ratu Raja Arimbi juga menjelaskan, hak tersebut merupakan resep tradisional yang dimiliki keraton Kanoman dalam persoalan kesehatan atau agama.

“Itu resep khusus dari keluarga kami,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …