Gandeng Keraton Kasepuhan, PBNU Gelar Festival Tajug Peringati Hari Santri Nasional

KH Ali Makhyar, Rois 'Am PBNU (pakai serban) saat berjalan menuju acara Festival Tajug di Alun-alun Keraton Kasepuhan. Alwi/pojokjabar.com

KH Ali Makhyar, Rois 'Am PBNU (pakai serban) saat berjalan menuju acara Festival Tajug di Alun-alun Keraton Kasepuhan. Alwi/pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, CIREBON- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hari ini menggelar Festival Tajug di alun-alun Keraton Kasepuhan, Minggu (21/10/2018).

Acara yang berbasis budaya Islam tersebut, menggandeng Keraton Kasepuhan sebagai salah satu kesultanan paling tertua di Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Rois ‘Am PBNU, KH Ali Makhyar, kegiatan Festival Tajug diharapkan memiliki cinta tanah air bagi masyarakat, terutama menjaga tradisi lokal yang menjadi media Walisongo menyebarkan Islam.

“Sejak dulu, saat agama Islam sedang disebarkan oleh mereka (para Walisongo),¬†medianya menggunakan budaya lokal. Maka kita harus jaga itu,” ungkapnya.

Kiyai yang menggunakan serban di kepala ini, Festival Tajug baru pertama kali dilaksanakan, dan kedepannya diharapkan lagi bisa digelar terutama mengangkat tradisi masyarakat.

“Diharapkan dari kegiatan ini adalah kita tidak tercerai berai, karena di luar sana banyak menginginkan kapan Indonesia masyarakatnya bisa pecah,” ungkap kiyai asal Jawa Timur ini.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds