Ojol Mulai Langgar Kesepakatan Titik Jemput, Polres Ciko Diminta Lakukan Pembinaan

Ojeg online (Ojol) yang sedang menunggu penumpang di depan SMPN 4 Kota Cirebon. Menurut kesepakatan mereka dengan angkutan konfensional (Angkot) akhir 2017 lalu, Ojol tidak diperbolehkan menaikan penumpang di tempat tersebut. Alwi/pojokjabar.com

Ojeg online (Ojol) yang sedang menunggu penumpang di depan SMPN 4 Kota Cirebon. Menurut kesepakatan mereka dengan angkutan konfensional (Angkot) akhir 2017 lalu, Ojol tidak diperbolehkan menaikan penumpang di tempat tersebut. Alwi/pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, CIREBON- Ketertiban mengangkut penumpang antara ojeg online (daring) dan angkutan konfensional di Cirebon kini mulai tidak teratur.

Hal tersebut terlihat antar keduanya yang saling berebutan mendapatkan penumpang ketika jam-jam tertentu. Seperti siang hari, sepulang siswa sekolah, di pintu gerbangnya keduanya berebutan menaikan penumpang.

“Ya kita berebutan aja, siapa cepat dia dapat (penumpang). Kalau angkutan konfensional (Angkot) tidak protes, kita tetap akan berebutan,” ujar salah satu driver ojeg online, Sidik (28), menjelaskan kepada pojokjabar.com, Selasa (16/10/2018).

Tidak teraturnya mengangkut penumpang juga, terlihat pada titik jemput angkutan online yang telah disepakati keduanya pada akhir 2017 lalu, yang dimediasi pihak kepolisian resort Cirebon Kota (Ciko).

Titik jemput di sebelah Timur SMPN 4 Cirebon Kota misalnya, angkutan daring seperti ojeg online (Ojol) melanggar dan selalu mangkal di depan sekolah tersebut.

Saat dimintai keterangan, salah satu sopir angkutan kota (Angkot), Wanadi (38), mengungkap pihak kepolisian agar melakukan pembinaan lagi kepada angkutan online.

“Itu kan dimediasi pihak Polres. Harusnya mereka panggil lagi ojeg online yang selalu melanggar kesepakatan titik jemput untuk dilakukan pembinaan,” pungkas Wanadi.

IMG_20181015_133244-01

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds