Mengungkap Kesamaan Nama Cirebon dan Udang, Ternyata Begini Sejarahnya

Gapura masuk Kota Cirebon. Dulu nama kota berasal dari kata

Gapura masuk Kota Cirebon. Dulu nama kota berasal dari kata "Cai" dan "Rebon", yang memiliki arti "air bekas udang". Alwi/pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, CIREBON- Sejak zaman dulu, Cirebon dikenal kota udang. Hal tersebut dimulai sejak abad ke-14, saat Cirebon berupa pedukuhan. Kepala pedukuhan saat itu, dijabat Pangeran Cakrabuana.

Abad ke-15, lalu Pangeran Cakrabuana mendirikan sebuah kerajaan. Nama kerajaannya Pakungwati, yang diambil dari nama ponakan sendiri, Pakungwati. Pakungwati merupakan anak dari adiknya, Nyimas Rara Santang.

“Sejak itulah cikal bakal Cirebon akan berdiri. Tokoh sentralnya yakni Pangeran Cakrabuana,” ungkap pemerhati sejarah Cirebon, Nurdin M Noer, Minggu (14/10/2018).

Setelah Pangeran Cakrabuana mendirikan keraton Pakungwati, selanjutnya mengajarkan rakyatnya membangun perekonomian. Dilakukan Cakrabuana, yakni ekonominya berbasis pertanian dan perairan.

“Pertanian seperti bercocok tanam, dan perairan mencari ikan. Tapi saat itu lebih banyak mencari udang,” kata Nurdin.

Antara nama Cirebon dan udang, ternyata ini memiliki kesamaan. Cirebon berasal dari kata “Cai” dan “Rebon”, yang memiliki arti “air bekas udang”.

“Air bekas udang itu dimaksudkan terasi. Karena bahan bakunya dari udang atau rebon,” lanjut Nurdin.

Hingga saat ini, udang dijadikan logo oleh pemerintah Cirebon, karena saat dulu memiliki hubungan dengan mata pencaharian masyarakatnya, mencari udang.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds