Gapai Mimpi Jadi Pengusaha dari Kopi

Mang Okim (bertopi) saat meracik kopi. Foto: Yosep/pojokjabar.com

Mang Okim (bertopi) saat meracik kopi. Foto: Yosep/pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, CIREBON –  Dengan mengibarkan bendera Saung Perjuangan, Kim Abdurrokhim bisa di bilang berhasil menjadi pembisnis muda, dengan membangun mimpinya memiliki cafe kopi. Impian mempunyai usaha berawal dari hobinya menghabiskan waktu luang dengan meminum kopi. Apa rahasia keberhasilannya?

Untuk mewujudkan impiannya, tidak dalam waktu semalam, pria yang akrab di sapa Mang Okim ini menceritakan awal mula berdirinya cafe Saung Perjuangan menjadi tempat nongkrong anak – anak muda menikmati racikan kopi.

Pada tahun 2015, Mang Okim bertekad mendirikan cafe Suang Perjuangan, awalnya modal menjadi kendala klasik yang di alami semua orang saat pertama kali merintisi usaha. Namun tidak dengan Mang Okim, yang terpenting niat membuka usaha itu ada dan kuat, atas dasar itulah dengan keterbatasan dana Mang Okim berhasil mendirikan Saung Perjuangan, walaupun harus mencicil menutupi kekurangan modal awal.

“Saya mendirikan saung perjuangan sejak pertengahan tahun 2015 dengan niat dan modal di cicil”, ujarnya pada pojokjabar.com

Letak lokasi cafe yang strategis di depan IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon, menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa menikmati kopi disaat menunggu waktu kuliah, terlebih nama cafe yang unik Saung Perjuangan membuat penasaraan orang – orang yang melintas untuk sekedar melihat ke arah cafe. Bahkan para aktivis kampus pun, selalu mengunakan cafe Saung Perjuangan untuk membahas roda pemerintahan.

“Di cafe banyak mahasiswa ngerjain tugas kampus sambil ngopi, bahkan aktivis pun membahas isu pemerintahan sambil ngopi disini,” tutur Mang Okim

Cafe kopi

Suasana cafe Saung Perjuangan ramai di kunjungi konsumen. Foto: Yosep/pojokjabar.com

Selain itu, menurut Mang Okim, design cafe yang mengambil konsep terbuka, menambah suasana adem, nyaman saat menikmati kopi bersama teman – teman. Menu juga menjadi andalan bisnis cafe kopi ini tetap bertahan hingga saat ini, Mang Okim begitu teliti meracik kopi sebelum di sajikan ke konsumen yang datang, berat biji kopi harus sesuai sebelum dilebur menjadi bubuk begitupun suhu air panas yang pas menghasilkan kopi yang nikmat.

Ada beberapa menu kopi yang menjadi andalan cafe Saung Perjuangan seperti wine gayo, dampit medium, cibunar wine, robusta cibunar, arabika cibunar, lasem, robusta gunung aci, arabika krinci, arabika bajawa, dan arabika kaligiri yang mampu menghipnotis para pengunjung untuk berlama-lama menikmati kopi dan menghabiskan waktu bersama.

Dengan luas tempat yang memungkinkan serta design Vintage sebagai ciri khas dari Saung perjuangan, kini saung sudah besar dan mampu menampung banyak pengunjung, dengan dua karyawan terhitung jam buka 14.00 WIB sampai 02.00 WIB setiap harinya, terkecuali tutup di hari-hari libur Nasional.

“Saung perjuangan saya design vintage agar terlihat nyaman dan luas serta punya dua karyawan, ” pungkas pria yang memiliki bewok ini.

(ysp/pojokjabar)

loading...

Feeds