Menelusuri Muara Jati, Jejak Lampau Pelabuhan Cirebon Masa Sunan Gunung Jati

Perahu-perahu milik nelayan Desa Sunan Gunung Jati. Lokasi ini dulu pernah berdiri pelabuhan bernama Muara Jati. Alwi/pojokjabar.com

Perahu-perahu milik nelayan Desa Sunan Gunung Jati. Lokasi ini dulu pernah berdiri pelabuhan bernama Muara Jati. Alwi/pojokjabar.com

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON- Sekitar abad ke-15, saat Cirebon masih kesultanan, di sekitar pantainya pernah berdiri sebuah pelabuhan.

Pelabuhan tersebut dikenal kuno dan sempat menjadi perhatian para perilaku dagang skala internasional ketika itu.

Tetapi, saat abad ke-17, VOC datang ke Cirebon hingga mempengaruhi kebijakan politiknya, pelabuhan Muara Jati dipindah ke wilayah Cangkol dan berubah nama jadi pelabuhan _Cheribon_.

“Pelabuhan _Cheribon_ itu sangat kental bentukan kolonial. Awalnya bukan di Cangkol, tetapi sekitaran gunung Jati,” ungkap sejarawan Cirebon, Raffaan S Hasyim, Jumat (12/10/2018).

Gunung Jati sendiri, merupakan sebuah nama gunung berada di Desa Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Di sana, sebelum kesultanan Cirebon berdiri, merupakan pedukuhan kecil tempat Pangeran Cakrabuana dan Nyi Mas Rara Santang berguru agama Islam kepada Syeikh Datuk Kahfi.

“Maka, di situ mendirikan pelabuhan Muara Jati, sebagai jalur lalu lintas laut karena Cirebon saat itu bisa diakses lewat perairan dalam arti laut,” lanjut Raffan.

Kini, menelusuri pelabuhan tersebut, hanya terlihat perahu-perahu bersandar milik nelayan. Padahal, di lokasi tersebut, pernah berdiri pelabuhan bernama Muara Jati, di bentuk Sunan Gunung Jati.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds

Pepen saat meninjau sejumlah tempat di Mustika Jaya (ist)

Pepen Peringati Sejumlah Pejabat

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi menjawab tindak lanjut Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Jakarta Raya Noreg 0617/IN/VII/2018/JKR, dengan …