Dolar Menggoyahkan Perajin Rotan

Pemilik usaha rotan Kuswanto (50) saat berada di tempat kerjanya. Foto: Yosep

Pemilik usaha rotan Kuswanto (50) saat berada di tempat kerjanya. Foto: Yosep

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON – Kerajinan tangan yang berbahan baku rotan merupakan salah satu kerajinan yang berkualitas eksport, namun siapa tahu kerajinan tersebut kini mulai melemah karena dampak inflasi, harga jual hasil kerajinan rotan sangat di pengaruhi naik turunya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Seperti yang di pemilik usaha rotan Kuswanto (50), keberlangsungan perajin rotan yang berada di Tegal Wangi kecamatan Weru Kabupten Cirebon sangat di pengaruhi oleh bahan baku yang saat ini harga jualnya begitu tinggi di karenakan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Sehingga sulit bagi perajin untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar, banyak faktor yang mengakibatkan para pengrajin rotan goyah dalam melanjutkan produksinya dikarenakan inflasi, seperti stok bahan baku, gaji karyawan, transportasi dan sarana pendukung lainya.

“Jika dolar naik harga bahan baku, tranportasi, gaji karyawan dan sarana pendukung lainya ikut naik, tapi jika dolar turun, yang tadinya naik tidak ikut turun, disitu kita selaku pengrajin merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan pasar dan konsumen,” tuturnya kepada pojokjabar.com

Saat ini, harga bahan baku rotan yang di datangkan dari Sulawesi seharga Rp18.500 perkg, sedangkan bahan baku yang di datangkan dari Kalimantan 28.000 pertiga meter, jadi melonjaknya harga baku sekitar 14 persen dari harga yang dapat di jangkau oleh para pengrajin.

“Sekarang bahan baku dari Sulawesi 18.500 perkilogram, dan dari Kalimantan 28.000 pertiga meter, semua naik hampir 14persen dari harga yang dapat kami jangkau,”ujar Kuswanto

(ysp/pojokjabar)


loading...

Feeds

Pileg 2019

Jangan Asal Pilih Dewan di 2019

Masyarakat diminta cerdas memilih wakil rakyat di 2019. Sebagai corong aspirasi, DPRD Kabupaten Bekasi harus diisi para anggota dewan yang …