Jalan Perjuangan Cirebon, Saksi Bisu Pejuang Menghalau Agresi Militer Belanda

Monumen Jalan Perjuangan, Cirebon. Foto: Muhammad Alwi/Pojokjabar

Monumen Jalan Perjuangan, Cirebon. Foto: Muhammad Alwi/Pojokjabar

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Jalan Perjuangan , Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon jadi saksi bisu rute perjuangan rakyat Cirebon melawan Agresi Militer Belanda II.

Diceritakan pengamat Sejarah Cirebon, Jajat Sudrajat, Jalan Perjuangan seperti benteng, menghalau Agresi Militer Belanda II dengan cara mengecoh para tentara.

Saat itu militer Belanda yang datang dari arah Barat, melewati Jalan Perjuangan akan menyerbu para pejuang yang berhasil merebut pos militer di lapangan Kebumen dari tangan bala tentara Jepang.

Ketika itu tepatnya tahun 1948, Belanda yang datang dari arah Sumber, ingin menyerang para pejuang yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan pemerintahan Hindia-Belanda.

Belanda tidak menduga bahwa penyerangan akan dilawan atau dihalau rakyat Cirebon. Di bawah pimpinan pejuang Mahmud Pasya, rakyat berhasil mengecoh Belanda dan mengusir hingga lari kocar-kacir.

Para pejuang bersembunyi di balik semak-semak jalan di perbatasan Kota dan Kabupaten Cirebon itu. Tanpa diprediksi tentara Belanda, para pejuang seketika keluar dari semak dan menyerang musuh.

“Waktu itu Belanda kocar-kacir dan tidak berhasil merangsek masuk ke wilayah Kota. Sebab di Jalan Perjuangan mereka diserang oleh pasukan pejuang yang bersembunyi di semak-semak,” kisah Jajat, Jumat (10/8/2018).

Sejarah itu kemudian dicatat. Dan untuk mengenang jasa para pejuang mengusir Agresi Militer itulah, dibangunlah monumen dan menamai jalan dengan nama Perjuangan.

 

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds