Jelang Pemilu 2019, Disdukcapil Kota Cirebon Inginkan Hal Ini

Ilustrasi e-KTP.

Ilustrasi e-KTP.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon menginginkan peran aktif semua pihak yang berkepentingan dalam pemilu 2019 untuk mensosialisasikan pelaksanaan Perekaman E-KTP.
hal tersebut dimulai dari penyelenggara pemilu, baik KPU dan Panwaslu, maupun peserta pemilu baik Parpol, Bacaleg, konstituen dan sebagainya, yang diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk melakukan perekaman E-KTP.

Kepala Disdukcapil kota Cirebon Sanusi menegaskan, pihaknya memahami tentang aturan kepemiluan. Masyarakat pemilih harus memiliki E-KTP untuk bisa menyalurkan hak politiknya di pemilu 2019.

Baca:

Maka jelasnya, persoalan perekaman E-KTP bukan saja menjadi tanggungjawab dinas terkait (Disdukcapil), melainkan juga menjadi tanggungjawab semua pihak yang berkepentingan dalam pemilu agar tingkat partisipasi pemilih semakin meningkat.

“Jadi semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu mau tidak mau ya mulai dari KPU-nya, Panwas-nya, tingkat kelurahan hingga kecamatan. Termasuk parpol-nya sendiri harus punya kepedulian,” ujar Kepala Disdukcapil kota Cirebon Sanusi didampingi Kasi SIAK Rahmat Saleh usai mengikuti Rapat Pleno Terbuka di KPU kota Cirebon, Minggu (22/7).

Terlebih untuk partai politik yang juga berperan untuk bisa mengajak masyarakat dan melakukan perekaman E-KTP. Karena jaringan parpol sangat kuat, hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

“Bagaimanapun yang namanya parpol punya konstituen dan punya masyarakat binaan. Informasikan bahwa pemilu legislatif dan pilpres sudah tidak ada lagi Suket,” lanjutnya.

Selanjutnya, Disdukcapil Kota Cirebon kata dia, siap melayani perekaman E-KTP. Tidak hanya ditingkat kelurahan dan kecamatan, di kantor pun pihaknya siap melayani. Masyarakat yang belum melakukan perekaman, bisa menjadwalkan diri dan datang langsung ke kantor Disdukcapil.

“Banyak yang belum melakukan perekaman, datang saja ke kecamatan maupun kantor Disdukcapil, buat agenda, mau pagi, siang ataupun malam, kita pasti layani,” tuturnya.

Saat disinggung jumlah masyarakat yang masih menggunakan Surat Keterangan (Suket), Sanusi memastikan, hingga saat ini Suket setahap demi setahap akan selesai dan masyarakat sudah mendapatkan E-KTP.

Sanusi berkeyakinan hingga Pemilu 2019, sudah tak ada lagi masyarakat yang menggunakan Suket untuk keperluan dan pelayanan publik. “Suket insya Allah tidak ada persoalan. Kini jumlahnya tidak signifikan. Itu bisa terkejar pada waktunya tiba. Ga ada masalah,” tandasnya.

Untuk itu dalam waktu dekat ini, pihaknya akan terus berupaya mengajak masyarakat yang belum melakukan perekaman, khususnya daerah Harjamukti di kelurahan Argasunya.

 

(yud/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds