Ternyata Perancang Lambang Pancasila Pernah Tidak Mendukung Republik

Anhar Geronggong, saat ditemui setelah menghadiri FGD membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari di Aula Keraton Kasepuhan, Cirebon. Foto : Alwi/pojokbogor

Anhar Geronggong, saat ditemui setelah menghadiri FGD membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari di Aula Keraton Kasepuhan, Cirebon. Foto : Alwi/pojokbogor

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Perancang Lambang Pancasila, Sultan Hamid II, dalam sejarahnya pernah tidak mendukung Republik Indonesia.

Hal itu dikatakan Anhar Geronggong, seorang sejarawan lulusan Universitas Indonesia (UI) setelah menghadiri FGD Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari di aula Keraton Kasepuhan, Cirebon, Sabtu (21/7/2018).

Anhar menilai, Sultan Hamid II mendukung pemerintahan Hindia-Belanda dengan dibuktikan 1946 sultan ke enam Pontianak itu naik pangkat menjadi ajudan Ratu Wilhelmina di Belanda.

“Tidak tahu motifnya apa. Tapi perancang lambang Pancasila itu, pada waktu itu pernah tidak mendukung republik,” kata Anhar, saat ditemui setelah menghadiri FGD Membangun Budaya Nasional Berbasis Bahari di aula Keraton Kasepuhan.

Selain itu, Anhar pun menilai, jika ia beberkan beberapa kerajaan lagi menurutnya berbahaya bagi kesatuan dan keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI).

“Ya sangat banyak. Bahkan berbahaya kalau saya beberkan lagi,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds