Polisi Dirikan Tenda Pengamanan di Wilayah Perbatasan, Diduga Ada Kuwu di Cirebon Tutupi Keberadaan Pelaku?

Polisi sedang mendirikan tenda keamanan. Foto: Alwi

Polisi sedang mendirikan tenda keamanan. Foto: Alwi

POJOKJABAR.com, CIREBONРSat Brimob dari Polres Cirebon Kota (Ciko) hari ini mendirikan tenda keamanan di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi tawuran susulan antar warga Desa Suranenggala Kidul dan Kertasura, Jumat (8/6/2018).

Hingga berita ini ditulis, di wilayah tersebut suasana masih mencekam dan banyak batu bata berserakan serta fasilitas warga seperti pos genteng-gentengnya rusak.

Kapolsek Kapetakan, AKP Sayidi, menuturkan tenda didirikan untuk memberi rasa aman bagi warga perbatasan yang menjadi korban bentrok antar warga Suranenggala Kidul dengan Kertasura.

Baca:

Tawuran Dua Desa di Cirebon, Warga Jadi Korban, Mulai Mengungsi, Kok Polisi Malah Minta Tenang?

 

“Kami harap dengan adanya penjagaan ini suasana bisa kembali kondusif dan warga kembali tenang melakukan aktifitas saat malam hari,” ungkap AKP Sayidi.

Sayidi pun menuturkan, meski saat ini kasusnya sedang ditangani pihak kepolisian, warga Suranenggala-Kertasura diharap tenang dan percayakan penanganan hukum kepada pihak kepolisian.

“Ini dari kepolisian masih mengejar pelakunya dan mudah-mudahan pelakunya bisa cepat segera ditangkap,” ungkapnya.

Sementara, warga Suranenggala Kidul, Gofar (48), mengharapkan pelaku pengeroyokan yang menyebabkan kematian Rana (17) segera ditangkap agar ketegangan antar warga bisa berakhir.

“Kami dari warga di sini tidak muluk-muluk. Cuma bisa tangkap pelakunya,” tegasnya.

Gofar sendiri, menuturkan salah satu pelaku ialah diduga anak seorang kuwu Desa Kertasura.

Menurutnya keberadaannya ditutup-tutupi oleh kuwu tersebut.

“Masa anak sama bapak tidak pernah komunikasi dan di mana tempat persembunyiannya. Usaha dong nyari. Kalau begitu, dia telah gagal mendidik anak,” ungkapnya.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds