Anak Mendiang Korban Bom Bunuh Diri di Surabaya Dengar Kabar Ibunya, Permintaannya Malah Seperti Ini

Jenazah Fransisca Eddy Handoko (56), salah satu korban pengeboman Gereja di Surabaya saat keluar dari mobil jenazah Santa Maria dengan nopol H 1965 US. Foto: Alwi

Jenazah Fransisca Eddy Handoko (56), salah satu korban pengeboman Gereja di Surabaya saat keluar dari mobil jenazah Santa Maria dengan nopol H 1965 US. Foto: Alwi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Melisa Saraswati, putri kedua mendiang Fransisca Eddy Handoko (56), salah satu korban pengeboman 3 Gereja di Surabaya menginginkan bisa hidup damai di Indonesia.

Jenazah Tiba, Salah Satu Keluarga Malah Larang Ambil Gambar

Hal itu dikatakannya ketika berada di rumah duka Golden Gate, Jalan Brigjen Dharsono (Bypass) Kota Cirebon guna mengkremasi jenazah ibunya yang tiba sekitar pukul 18:30 WIB tadi.

Kepada Pojokjabar.com, Melisa mengaku ia ikhlas ibunya menjadi korban dan tidak memiliki dendam. Tetapi, saat ia mendapat kabar ketiadaan ibunda, ia kaget.

“Ya udah biarin mama tenang. Minta doanya aja. Buat yang kenal mamah, minta maaf kalau mamah banyak salah dulu semasa hidupnya. Minta dimaafin semuanya. Kalau ada yang kurang atau segala macem bisa hubungin keluarga. Mungkin kami akan kontek. Dan sisanya minta doa aja,” kata Melisa, Selasa (15/5/2018).

Putri yang saat memberi keterangan melintangkan air mata tersebut berharap kepada pemerintah agar ia dan keluarga bisa hidup tenang di Indonesia, seperti tidak ada kerusuhan atau pun pengebom yang telah terjadi di Surabaya.

“Saya harapan ke pemerintah minta bisa ada kedamaian aja, Mas. Saya juga nggak dendam sama apapun itu yang bikin semua ini bisa terjadi,” harapnya.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds

Kegiatan Alfamart Class. (ist)

Alfamart Class Hadir di Sejumlah SMK

DALAM rangka ulang tahun ke-19 Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya gelar pelatihan pemasaran di sejumlah sekolah kejuruan. Kegiatan tersebut serempak …