Dikunjungi Plt Bupati, Warga Tetap Tolak Pembangunan TPA

Ketua RW 13 Sumarno menyerahkan dokumen penolakan warga kepada Sekretaris Desa Palimanan Barat, Kadira. Foto: Bagja/pojokjabar.com

Ketua RW 13 Sumarno menyerahkan dokumen penolakan warga kepada Sekretaris Desa Palimanan Barat, Kadira. Foto: Bagja/pojokjabar.com

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON – Meskipun Plt Bupati Cirebon, Selly A. Gantina telah meninjau lokasi pembangunan TPA terpadu di Desa Palimanan Barat Kecamatan Gempol, masyarakat Desa Palimanan Barat tetap menolak pembangunan TPA tersebut.

“Kami tetap akan menolak pembangunan TPA di sekitar RW 13, 14 dan 15 meskipun pemerintah daerah Kabupaten Cirebon akan menggelontorkan sejumlah uang untuk sewa tanah,” kata ketua RW 13, Sumarno, Senin (16/04/2018).

Dijelaskan Sumarno, polusi di Desa Palimanan Barat ini sudah komplit, polusi suara akibat banyaknya truck yang hilir mudik, polusi debu karena banyaknya industri, ditambah sekarang rencaana pembangunan TPA.

“Apakah tidak ada daerah lain untuk pembangunan TPA, Desa Palimanan Barat ini sudah penuh dengan polusi, suara Truk yang hilir mudik dan debu yang dibawa truk untuk industri,” katanya usai memberikan surat penolakan warga ke perangkat Desa Palimanan.

Dirinya menyangsikan keterangan yang diwacanakan Camat Gempol beberapa hari yang lalu saat bertemu dengan warga bahwa TPA sampah ini bukan tempat sampah seperti yang sudah ada. TPA ini berupa TPA terpadu yang akan dibuat kolam-kolam Kemudian sampahnya dimasukan ke dalam plastik.

“Mau setinggi apa sampah tersebut akan ditumpuk, bagaimana dengan air yang akan keluar dari sampah, mau dialirkan kemana air tersebut,” ujarnya.

Sekretaris Desa Palimana Barat, Kadira, setuju dengan keputusan warga yang menolak pembangunan TPA, sebagai pengayom warga pihak desa akan setuju keputusan apapun yang diambil warga Desa Palimanan Barat.

“Kami selaku orang yang ditengah dan wakil dari masyarakat akan selalu mengikuti kemauan masyarakat Desa Palimanan Barat, yang saat ini menolak pembangunan TPA yang ada di RW 13, 14 dan 15.” Kata Kadira.

(mbj/pojokjabar)


loading...

Feeds