2019 di Cirebon Bakal Banyak Kuwu Baru

Ketua FKKC Moch Carkim. Foto: Dede/pojokjabar.com

Ketua FKKC Moch Carkim. Foto: Dede/pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, CIREBON – Gonjang ganjing, apakah pilwu serentak akan dilaksanakan pada tahun 2019 atau tidak, menjadi bahan pembicaraan dikalangan kuwu, khusunya yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2018 dan 2019.

Berdasarkan pengalaman, biasanya pelaksanaan Pilwu serentak terkendala oleh adanya moretorium dari Kemendagri agar tidak ada pelaksanaan Pilwu serentak lantaran pada tahun 2019 adalah tahun pelaksanaan Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden.

Kepastian akan dilaksanakannya Pilwu serentak ini setelah Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) melayangkan surat kepada Plt Bupati Cirebon, dan surat yang dilayangkan FKKC dibalas dengan surat dari Plt Bupati dengan nomer : 141.1/762/DPMD perihal rencana pilwu serentak tahun 2019 dan pengaturan pembayaran siltap.

Dalam surat itu, Plt Bupati memastikan rencana Pilwu serentak tahun 2019 di Kabupaten Cirebon akan dilaksanakan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam hal kuwu habis masa jabatan dan menunggu hasil Pilwu serentak, penyelenggara pemerintahan desa dipimpin oleh pejabat kuwu yang berasal dari PNS dilingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Cirebon.

Menanggapi adanya surat dari plt Bupati Cirebon, ketua FKKC, H Moch Carkim, mennyampaikan apresiasi kepada plt Bupati yang sudah mendengarkan keluh kesah para kuwu se Kabupaten Cirebon, Carkim memprediksi pelaksanaan pilwu serentak akan dilaksanakan pada akhir tahun 2019.

“Ada sekitar 187 desa yang pada tahun 2019 nanti tidak memiliki kuwu defenitif atau kuwu yang masa jabatannya sudah habis, dan kami berharap pelaksaanan Pilwu serentak bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan berjalan dengan lancar, aman dan tanpa kendala apapun,” ujarnya singkat.

(dkw/pojokjabar)


loading...

Feeds