Pjs Walikota Cirebon Angkat Bicara Soal Data Korban Banjir yang Berhasil Dievaluasi, Dia Bilang…

Pjs Walikota Cirebon, Dedi Taufikkurohman saat ditemui di dapur umum korban banjir di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DSPPA). Foto: alwi/pojokjabar.com.

Pjs Walikota Cirebon, Dedi Taufikkurohman saat ditemui di dapur umum korban banjir di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DSPPA). Foto: alwi/pojokjabar.com.


POJOKJABAR.com, CIREBON – Hujan yang turun selama 6 jam sekitar pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB, Minggu (11/3/2018), di Kota Cirebon membuat puluhan rumah ikut terendam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, 99 Kepala Keluarga dan 384 jiwa yang menjadi korban sudah berhasil dievakuasi.

Pjs Walikota Cirebon, Dedi Taufikkurohman, saat ditemui di dapur umum korban banjir di  Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DSPPA) Kota Cirebon, mengungkapkan Kota Cirebon mengalami kebanjiran hingga masuk ke pemukiman warga hanya di dua kecamatan.

“Kecamatan Kejaksan dan Samadikun yang terkena banjir. Semua korban sudah dievakuasi oleh pemerintah setempat,” ujar Dedi, Senin (12/3/2018).

Banjir tersebut, menurutnya disebabkan debit air di berbagai sungai Kota Cirebon meningkat dan sebagian masuk ke pemukiman warga.

Selain itu curah hujan tinggi tanpa henti, hingga menyebabkan di dua kecamatan tersebut banjir mencapai 1 (satu) meter.

“Maka dari itu pemerintah daerah langsung turun ke lokasi dan membantu mengevakuasi korban,” terang Dedi.

Kemudian, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DSPPA) Kota Cirebon, Jamaluddin, mengatakan sebagian korban banjir telah diberi bantuan oleh pemerintah daerah.

Namun ada sebagian yang masih menunggu seperti kelurahan Kalijaga.

“Untuk yang di Kalijaga belum bisa difasilitasi, baru hanya di Suradinaya,” pungkasnya.

 

(alw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds