Penyebab Banjir, Pemkot Salahi Banyak Bangunan Berdiri di Bantaran Sungai, Ini yang Akan Dilakukan

Dedi Taufikkurohman, Pjs Walikota Cirebon, saat rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSC). Foto: Alwi/pojokjabar.com.

Dedi Taufikkurohman, Pjs Walikota Cirebon, saat rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSC). Foto: Alwi/pojokjabar.com.


 

POJOKJABAR.com, CIREBON – Banjir melanda wilayah Cirebon pekan ini membuat pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan.

Di antaranya pembersihan drainase (saluran air), hingga persoalan sampah.

Pemerintah Kota Cirebon, dalam rapat bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSC) menyebutkan, pemukiman atau perumahan di bantaran sungai menjadi masalah dalam mengatasi persoalan banjir.

“Ketika membaca tipologi Kota Cirebon kan karakteristiknya sangat dekat dengan kehidupan sungai dan laut. Maka jika memerhatikan itu, persoalan yang berkaitan banjir atau pun pergerakan air tidak akan jadi masalah,” kata Pjs Walikota Cirebon, Dedi Taufikurrohman, Sabtu (10/3/2018).

Dedi menilai sangat penting bekerjasama dengan instansi terkait terlebih persoalan banjir yang menyebabkan beberapa sungai di Kota Cirebon terus meluap jika hujan turun dengan curah tinggi.

“Di Kota Cirebon ada 4 sungai besar yang berfungsi sebagai flood control atau pengendali banjir, yaitu sungai Kalijaga, sungai Kesunean, sungai Kedungpane dan sungai Sukalila. Keempat sungai tersebut juga dapat diklasifikasikan sebagai saluran pembuang akhir saluran drainase,” ungkap Dedi.

Selain itu, Dedi pun berencana ke depan akan membuat kolam retensi atau embung di wilayah Kota Cirebon, serta penetapan garis sempadan sungai untuk mengetahui volume air jika terjadi banjir besar.

 

(alw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds