Rangkaian Cap Go Meh, Warga Tionghoa Ziarah ke Makam Putri Ong Tien, Apa Maknanya bagi Cirebon?

Sejumlah warga dari etnis tionghoa melakukan ziarah ke makam Putri Ong Tien yang memiliki sejarah kebudayaan yang lekat bagi Cirebon.

Sejumlah warga dari etnis tionghoa melakukan ziarah ke makam Putri Ong Tien yang memiliki sejarah kebudayaan yang lekat bagi Cirebon.


POJOKJABAR.com, CIREBON – Sejumlah warga dari etnis tionghoa melakukan ziarah ke makam Putri Ong Tien yang memiliki sejarah kebudayaan yang lekat bagi Cirebon.

Berdasarkan sejarah Cirebon, terbentuknya kota ini tidak lepas dari peran seorang putri muslimah berasal negeri Cina yang kemudian diperistri Sunan Gunung Jati.

Dia adalah putri Ong Tien, lebih lengkapnya bernama Ong Tien Nio. Seorang putri kaisar dari dinasti Cina ini memiliki pengaruh besar dalam pendirian kesultanan Cirebon.

Bahkan, menurut salah satu keturunan dari kesultanan Cirebon, Pangeran Khaenudin, hadirnya Tionghoa di Cirebon merupakan identitas Cirebon sebagai kota Caruban atau Campuran.

“Kan Cirebon itu berasal dari kata Caruban atau Campuran. Nah, adanya orang Tionghoa di sini yaitu mencerminkan kata itu. Makanya kita harus jaga persatuan dan menghargai sesama,” ujar Kahaenudin, Sabtu (3/3/2018).

Ziarahnya orang-orang Tionghoa ke kuburan putri Ong Tien tersebut, merupakan salah satu  rangkaian dari perayaan Cap Go Meh yang berlangsung puncaknya Jumat (2/2/2018) kemarin.

Sementara itu, Plt Bupati Cirebon, Selly A Gantina, saat ditanya mengenai oknum memecah belah bangsa dengan isu etnis, ia mengatakan harus dilawan dengan kebudayaan.

“NKRI harga mati. Kita harus melestarikan budaya yang ada di Kabupaten dan Kota Cirebon. Peninggalan situs Kesultanan merupakan bagian dari kekayaan Cirebon,” terangnya.

 

(alw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds