Puluhan Ribu Hewan Ternak Mati Terkena Banjir, Kerugian Capai 6 Miliar, Bangkainya…

EVAKUASI TERNAK: Petugas dibantu warga sedang mengevakuasi barang dan hewan ternak peliharaan saat terjadi banjir di kawasan Jalan Mawar RT03/04, perbatasan antara Kelurahan Pasir Putih dan Kelurahan Cipayung, kamis (9/11/17). Ahmad Fachry/Radar Depok

EVAKUASI TERNAK: Petugas dibantu warga sedang mengevakuasi barang dan hewan ternak peliharaan saat terjadi banjir di kawasan Jalan Mawar RT03/04, perbatasan antara Kelurahan Pasir Putih dan Kelurahan Cipayung, kamis (9/11/17). Ahmad Fachry/Radar Depok


POJOKJABAR.com, CIREBON – Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon sudah menaksir kerugian ternak dan pertanian akibat banjir di wilayah Cirebon Timur (WTC).

Jumlahnya cukup besar, yakni mencapai Rp 6 miliar.

Dampak yang paling besar adalah dari sektor peternakan karena ribuan kambing mati saat banjir besar.

Kepala Dinas Pertanian, Ali Efendi menyebutkan, jumlah kambing yang mati akibat banjir 1.182 ekor.

Jumlah tersebut yang ketahuan. Sementara yang hanyut diprediksi lebih banyak lagi.

”Sapi cuma satu ekor yang mati. Ayam petelur 10 ribu ekor, ayam kampung 15 ribu,” sebutnya seperti dikutip radarcirebon.com

Nilai kerugian dari sektor peternakan akibat banjir diperkirakan mencapai Rp 2,6 milar. Untuk area persawahan, dari 41 hektare mengalami kerugian sekitar Rp 1,4 miliar.

Menurut Ali, ada sekitar 58 hektare lahan tebu terendam.

“Kerugian dari terendamnya tebu hampir Rp 1 miliar. Kemudian untuk tanaman bawang merah seluas 6 hektare rugi sekitar Rp 460 juta. Total kerugian sekitar Rp6 miliar,” jelasnya.

Pihaknya bersama TNI membantu mengubur bangkai hewan milik warga yang mati akibat banjir.

Hal itu agar bangkai tidak bau busuk dan menghindari penyebaran penyakit.

“Kerja sama dengan TNI, kita memberi bantuan masker dan sarung tangan. Kemudian untuk ternak yang hidup kita beri obat-obat,” katanya.

Untuk sawah yang kebanjiran, pihaknya membantu melakukan penyedotan.

Ke depan, pihaknya akan mengusulkan ke Pemkab Cirebon untuk membantu petani dengan memberi benih pupuk, pestisida dan lain-lain.

Sayangnya, hewan ternak tidak bisa diasuransikan, kecuali sapi. Pihaknya akan mencoba meminta bantuan dari kementerian untuk para peternak dan petani yang terimbas banjir.

“Kami minta masyarakat atau kelompok ternak/tani, untuk mengusulkan ke kementerian karena setiap bantuan harus dari masyarakat. Yang jelas kita sudah hubungi kementerian. Nanti kita bantu, mudah-mudahan berhasil,” harapnya.

(den/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds