5 Kecamatan Kabupaten Cirebon Masih Terisolasi

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman. Iya mengatakan di Kabupaten Cirebon korban banjir memiliki beberapa tipe pengungsi. Foto: Alwi/pojokjabar.com

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman. Iya mengatakan di Kabupaten Cirebon korban banjir memiliki beberapa tipe pengungsi. Foto: Alwi/pojokjabar.com


POJOKJABAR.com, CIREBON– Banjir yang melanda Cirebon dan sekitarnya membuat wilayah di bagian Timur beberapa rumah dan puluhan ribu jiwa dievakuasi.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, mengatakan korban banjir di wilayah Cirebon Timur sekitar 43.286 jiwa terisolasi.

“Jadi untuk KK 10.849 dan jiwanya 43.268 dari 5 Kecamatan yang terkena banjir sejak 24 Februari 2018,” kata Eman, kepada pojokjabar.com, Selasa (27/2/2018).

Dijelaskan Eman, dari banjir itu beberapa fasilitas umum rusak dan kini menjadi perhatian pihaknya untuk diinventarisir.

“Fasilitas umum yang memang rusak ada sekolah, kemudian ada juga puskesmas yang terendam, kemudian ada jalan-jalan, jembatan dan tanggul-tanggul. Semua itu belum kami inventarisir,” lanjutnya.

Kemudian, Eman juga mengatakan, selama banjir melanda di Kabupaten Cirebon pihaknya lebih fokus dulu pada persoalan korban dan setelahnya bangunan-bangunan serta berbagai fasilitas umum lainnya.

“Saat ini kita lebih ke penanganan-penanganan korbannya dan pengungsi. Jadi kami lebih fokus ke jiwanya dulu,” pungkasnya.

Kemudian Aminah (43), korban banjir Kabupaten Cirebon mengatakan sudah dua hari ia harus tinggal di rumah saudaranya karena lumpur yang dibawa arus banjir masih menutup lantai rumahnya.

“Terpaksa saya tinggal di rumah saudara sambil membersihkan lumpur-lumpur yang menutup lantai rumah,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds